DPRD KalselKALSELTAPIN

Desy Oktavia Ajak Santri Tapin Jadi Garda Terdepan Penjaga Ideologi Pancasila

236

RETORIKABANUA.ID, Tapin – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel), Desy Oktavia Sari, menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Pondok Pesantren Siti Khadijah, Kabupaten Tapin, Jumat (18/7). Kegiatan ini diikuti puluhan pelajar dan guru, sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan berbasis pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, Desy menekankan pentingnya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang saat ini mulai tergerus oleh pengaruh budaya global.

“Pesantren harus menjadi garda terdepan dalam menjaga ideologi bangsa. Kehidupan di pesantren sebenarnya sudah mencerminkan nilai-nilai Pancasila, tinggal kita segarkan kembali pemahamannya,” ujarnya.

Desy menjelaskan bahwa nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial telah lama menjadi bagian dari kehidupan santri sehari-hari. “Kebiasaan saling membantu antar santri, menghormati guru, serta hidup damai dalam keberagaman adalah wujud konkret pengamalan Pancasila,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa sosialisasi ini tidak hanya mengajarkan teori atau norma, tapi disampaikan dalam konteks yang dekat dengan kehidupan para santri. Materi pun diperkaya dengan muatan lokal seperti budaya Banua, adab terhadap ulama, hingga semangat hablum minannas dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya yakin, jika Pancasila dihidupkan dalam konteks lokal, maka generasi muda akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kokoh secara karakter,” tegas Desy.

Antusiasme terlihat dari para peserta. Beberapa guru mengapresiasi pendekatan yang digunakan, karena dinilai lebih mudah dipahami dan relevan dengan lingkungan pesantren.

“Santri kami jadi sadar bahwa nilai-nilai yang diajarkan di pondok ternyata sangat sejalan dengan Pancasila,” ujar salah satu guru.

Desy berharap, pondok pesantren ke depan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi benteng ideologi bangsa.

“Santri adalah harapan bangsa. Jika mereka kuat secara ideologi, maka Indonesia akan tetap kokoh dalam keberagaman,” pungkasnya. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Banggar DPRD Kalsel Bahas APBD 2027 Bersama Kemendagri

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan koordinasi...

BAGUNA Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan...

DPRD Kalsel Kawal Penanganan Korban KM Virgo Transportasi 8

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Mushafa Zakir dan Ardiansyah,...

Gubernur Kalsel Pastikan Korban KM Virgo Transport 8 Ditangani Cepat

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin bersama Menteri Perhubungan...