BALANGANBUDAYAPemkab Balangan

Mesiwah Pare Gumboh: Merayakan Syukur Panen dan Menyatukan Masyarakat Dayak Deah

267

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tradisi tahunan Mesiwah Pare Gumboh (MPG), sebuah ritual panen khas suku Dayak Deah yang digelar secara gotong royong oleh masyarakat Desa Liyu, Kecamatan Halong. Tradisi ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga menjadi simbol kuat pelestarian budaya dan penguat hubungan sosial antarmasyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Balangan, Sufriannor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut andil dalam pelaksanaan MPG. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan budaya dan kearifan lokal yang telah diajarkan turun-temurun oleh masyarakat Dayak Deah.

“Jangan sampai kita melupakan dan meninggalkan kebudayaan kita. Harus terus dilestarikan agar jangan punah,” ujar Sufriannor saat membuka acara MPG dengan pemukulan gong, Jumat (18/7), di Halong.

Menariknya, tradisi yang sebelumnya dilakukan secara terpisah ini kini dirayakan bersama-sama dan dibuka untuk masyarakat luar. Hal ini sekaligus menjadi strategi promosi budaya lokal yang potensial untuk pengembangan sektor pariwisata daerah.

Sufriannor berharap MPG bisa terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, kementerian, maupun lembaga terkait. Ia juga mendorong agar kegiatan budaya seperti ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mengembangkan kreativitas dan melestarikan identitas lokal.

Sementara itu, Kepala Desa Liyu, Sukri, menjelaskan bahwa Mesiwah Pare Gumboh adalah bentuk rasa syukur masyarakat atas berkah panen dan keharmonisan hidup yang diberikan Tuhan. Tradisi ini berasal dari masyarakat Dayak Deah yang dahulu hidup secara nomaden di wilayah pedalaman seperti Desa Liyu dan Gunung Riut.

“MPG bukan hanya upaya melestarikan budaya, tapi juga membawa misi sosial. Ia menjadi sarana mempererat kekerabatan dan solidaritas masyarakat melalui semangat kekeluargaan dan gotong royong. Semua persiapannya pun kami lakukan bersama,” terang Sukri.

Ia berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat terus memberikan perhatian dan dukungan agar MPG semakin berkembang sebagai ikon budaya Kabupaten Balangan.

Acara MPG tahun ini berlangsung meriah selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juli 2025. Kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Balai Adat dan Pasar Budaya. Ragam pertunjukan budaya ditampilkan, mulai dari pentas seni sanggar tari, musik lokal, parade tarian tradisional Dayak, hingga konser musik yang menghadirkan bintang tamu. Seluruh rangkaian ini menjadikan MPG sebagai pesta budaya penuh warna dan semangat persatuan. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

DPRD Balangan Dorong Satgas Atasi Persoalan Pasar Paringin

RETORIKABANUA.ID, Balangan — DPRD Kabupaten Balangan mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) untuk...

APBD Balangan 2027 Defisit Rp606 Miliar, Batu Bara Turun

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan...

Maulid Nabi, Pegawai Sekretariat DPRD Balangan Diminta Teladani Rasulullah

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Sekretariat DPRD Kabupaten Balangan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad...

Piala Bupati Balangan Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Bulutangkis

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Kejuaraan Bulutangkis Piala Bupati Balangan diharapkan menjadi pintu lahirnya...