BANJARMASINPemko Banjarmasin

Dorong Daya Saing Produk Lokal, Pemkot Banjarmasin Gelar Sosialisasi Sertifikasi Halal untuk IKM Pangan

177

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) kembali menggelar Sosialisasi Sertifikasi Halal bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pangan, batch kedua, yang berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Selasa (8/7).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, serta dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Taufik Rivani, Kepala Disperdagin, Ichrom Muftezar, para pejabat terkait dan ratusan pelaku IKM peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha lokal. Ia menekankan bahwa sertifikasi halal bukan hanya tuntutan konsumen muslim, melainkan bagian penting dari peningkatan mutu dan daya saing produk daerah.

“Banjarmasin sebagai kota perdagangan, kota jasa, dan gerbang menuju Ibu Kota Nusantara memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor IKM. Sertifikasi halal menjadi jaminan mutu, kebersihan, dan kehalalan produk kita,” ujar Yamin.

Ia menambahkan bahwa sertifikat halal bukan sekadar label, tetapi mencerminkan profesionalisme dan komitmen pelaku usaha dalam memberikan produk terbaik bagi konsumen. Yamin berharap peserta dapat mengikuti sosialisasi ini secara serius dan terdorong untuk segera mengurus sertifikasi halal bagi produknya.

Selain itu, Pemkot Banjarmasin berkomitmen terus memberikan dukungan nyata, mulai dari fasilitasi legalitas usaha, peningkatan kapasitas pelaku IKM, hingga perluasan akses pasar.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” tutup Yamin.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyampaikan bahwa minat pelaku usaha untuk mengikuti program sertifikasi halal tahun ini meningkat drastis.

“Jumlah peserta tahun ini mencapai 300 pelaku IKM, dibagi ke dalam dua batch. Ini naik hingga 300% dibanding tahun 2024,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sertifikasi halal sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan lokal. Namun demikian, tidak semua peserta otomatis lolos proses sertifikasi.

“Semua tergantung dari proses produksi dan bahan baku yang digunakan. Tahun ini, kuota sertifikasi halal diprioritaskan untuk 150 IKM. Sisanya akan kita usulkan pada anggaran tahun 2026,” jelasnya.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha di Banjarmasin yang terdorong untuk mengutamakan standar kualitas dan kehalalan produk, demi menunjang pertumbuhan ekonomi lokal yang berdaya saing tinggi. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Jaga Kepercayaan Publik, Diskominfotik Banjarmasin Perkuat Sinergi Komunikasi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik...

Hari Lahir Pancasila, Yamin Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk...

Pansus DPRD Kalsel Ajak Warga Awasi Distribusi BBM Subsidi

Kalimantan Selatan — DPRD Kalimantan Selatan melalui Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi...

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Iduladha

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengikuti pelaksanaan Salat...