RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) menggelar Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sekaligus Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2025, Selasa (7/5). Kegiatan berlangsung di Ballroom Aeris Hotel Banjarbaru.
Acara ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Windi Novianto, bersama jajaran Forkopimda, Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Keuangan, serta perwakilan perangkat daerah, tenaga kesehatan dan unsur terkait lainnya.
Program GENTING menjadi langkah strategis terbaru Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menurunkan angka stunting secara menyeluruh dan terarah. Inovasi ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan program “Bapak Asuh Anak Stunting” yang telah berjalan sejak 2022 dan memberikan hasil positif terhadap penurunan prevalensi stunting di kota ini.
Windi Novianto menyatakan bahwa DPRD Banjarbaru mendukung penuh pelaksanaan program GENTING, tidak hanya melalui pengawasan, tetapi juga dengan memberikan dukungan regulasi dan anggaran.
“Program GENTING sudah kami bahas dan dukung lewat Peraturan Daerah tentang Pencegahan Stunting. Perda ini memberikan pedoman yang jelas bagi perangkat daerah agar tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Windi.
Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan stunting bukanlah hal baru bagi Banjarbaru. Pemkot dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan program intervensi yang konkret.
“Sejak 2022, program Bapak Asuh sudah menunjukkan dampak nyata. Sekarang, dengan GENTING, kita harap angka stunting terus turun—bahkan targetnya, tidak ada lagi anak yang mengalami stunting di Banjarbaru,” tambahnya.
GENTING mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk individu, organisasi, dan sektor swasta. Partisipasi yang didorong meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita, penyediaan MP-ASI untuk anak usia di bawah dua tahun, hingga peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.
Tak hanya regulasi, DPRD Banjarbaru juga mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung keberlangsungan program ini.
“Kami di DPRD sudah siapkan dukungan anggaran agar program GENTING bisa dijalankan secara maksimal. Ini bentuk komitmen kami terhadap masa depan anak-anak Banjarbaru,” pungkas Windi.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat, diharapkan program GENTING mampu memberikan dampak jangka panjang dalam menurunkan angka stunting dan mewujudkan generasi Banjarbaru yang sehat dan berkualitas. (ms)

Leave a comment