BANJARMASINPemko BanjarmasinPENDIDIKAN

Wali Kota Kukuhkan 138 Guru Penggerak Angkatan Terakhir di Banjarmasin

343

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan secara resmi mengukuhkan 138 Guru Penggerak Angkatan ke-11, yang juga merupakan angkatan terakhir dari program Pendidikan Guru Penggerak (PGP), pada Rabu (23/4).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, dalam sebuah seremoni yang turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Ryan Utama, dan sejumlah kepala sekolah dari berbagai jenjang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Muhammad Yamin menegaskan bahwa guru penggerak memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam transformasi pendidikan, khususnya di Kota Banjarmasin.

“Selamat dan sukses kepada seluruh guru penggerak yang dikukuhkan hari ini. Jadikan amanah ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi dan menjadi teladan bagi rekan sejawat,” ujarnya.

Wali kota menekankan pentingnya semangat “guru yang tergerak, bergerak, dan menggerakkan” agar terus hidup dalam diri para pendidik.

Rincian peserta yang dikukuhkan mencakup:

2 orang dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK)

83 orang dari Sekolah Dasar (SD)

19 orang dari Sekolah Menengah Pertama (SMP)

25 orang dari Sekolah Menengah Atas (SMA)

8 orang dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

1 orang dari Sekolah Luar Biasa (SLB)

Meski program Guru Penggerak kini berada di masa transisi menuju program Pendidikan Kepemimpinan Sekolah (PKS), Wali Kota Yamin berharap semangat yang telah ditanamkan dalam PGP tetap menjadi fondasi kuat untuk membangun ekosistem pendidikan yang bermutu, inovatif dan menyenangkan.

Sementara itu, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Selatan melalui Wahyu Fibriyanto selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran, memastikan bahwa hak-hak guru penggerak tetap dijamin meskipun program berubah.

“Guru penggerak tetap memiliki kesempatan menjadi kepala sekolah atau pengawas, asalkan memenuhi syarat administrasi yang ditentukan,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, guru penggerak di daerah adalah ujung tombak transformasi pendidikan dan akan terus didorong agar perannya sebagai pemimpin pembelajaran semakin kuat. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

68 Guru di HSU Resmi Dilantik Jadi Kepala Sekolah

RETORIKABANUA.ID, Amuntai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan pelantikan dan...

Jaga Kepercayaan Publik, Diskominfotik Banjarmasin Perkuat Sinergi Komunikasi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik...

Hari Lahir Pancasila, Yamin Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk...

Pansus DPRD Kalsel Ajak Warga Awasi Distribusi BBM Subsidi

Kalimantan Selatan — DPRD Kalimantan Selatan melalui Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi...