RETORIKABANUA.ID, Balangan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan telah mendistribusikan empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar) mini, tiga unit untuk kelurahan dan satu unit untuk Pondok Pesantren (Ponpes) di Bungin.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat sistem pengamanan kebakaran di daerah perkotaan dan mempercepat respons terhadap kebakaran sebelum unit damkar utama tiba di lokasi.
“Di Balangan ada tiga kelurahan, dan masing-masing kelurahan telah menerima satu unit mini damkar,” ujarnya, Rabu (8/1).
Mini damkar yang diberikan berupa mobil pick-up yang telah dimodifikasi khusus untuk kebutuhan pemadaman kebakaran. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman di area yang sulit dijangkau oleh mobil damkar besar.
Selain itu, BPBD Balangan juga telah memasang Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini untuk memantau potensi banjir. Sistem ini berfungsi untuk memantau debit air sungai dan memberikan peringatan saat air mencapai tingkat yang berbahaya.
“EWS ini memantau ketinggian air dalam tiga kategori: normal, siaga, dan waspada. Jika air sudah mencapai level waspada, sistem akan mengirim informasi dan memicu alarm peringatan untuk masyarakat,” jelasnya.
BPBD Balangan saat ini memiliki empat unit EWS, dua unit berasal dari bantuan pemerintah provinsi dan dua unit lainnya dibeli pada akhir 2024. EWS ini telah dipasang di empat desa rawan banjir di Kecamatan Halong, yakni Desa Liyu, Desa Mauya, Desa Tabuan, dan Desa Uren.
Dengan adanya mini damkar dan sistem peringatan dini, BPBD Balangan berharap proses penanggulangan bencana dapat berjalan lebih cepat dan efisien, serta mengurangi risiko kerugian yang ditimbulkan bagi masyarakat. (ha)

Leave a comment