Banjarmasin – Sejumlah proyek pembangunan seperti pelebaran jalan tengah terus digalakkan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel telah melelang review dokumen proyek rancang bangun rinci (DED) pada 10 Maret 2022 bersumber dana APBD Kalsel tahun anggaran 2022 sebesar Rp 500 juta.
CV Empat Belas Banjarmasin menjadi pemenang tender dalam proyek perencanan ini, dengan nilai kontrak Rp 472 juta lebih.
Tetapi rencana ini sempat tertunda, dikarenakan masalah pembebasan lahan di wilayah yuridiksi Kota Banjarmasin yang belum beres sebagai kelanjutan dari pembangunan 3 jembatan yakni Jembatan Sungai Lulut, Sungai Gardu 1 dan 2.
Azan Syariful selaku Kepala Bidang Marga Dinas PUPR Provinsi Kalsel, mengakui ada kendala proyek kelanjutan khususnya untuk pelebaran jalan akibat belum tuntasnya pembebasan lahan.
Rencana ini masih menunggu tindak lanjut dari Pemkot untuk melakukan pembebasan lahan agar pelebaran jalan bisa dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah membenarkan jika proyek pelebaran jalan di Sungai Lulut-Komplek Rahayu merupakan proyek Pemprov Kalsel.
“Pelebaran jalan ini penting karena kawasan itu mengalami kemacetan parah terutama pada waktu tertentu, seperti saat pagi dan sore hari,” ucapnya, di Banjarmasin, Rabu (6/9).
Ia mengatakan, ada 3 persil lahan yang akan dibebaskan dengan dana Rp 3 miliar, terutama di zona oprit Jembatan Sungai Rahayu-Kompleks Rahayu.
“Semoga pembebasan lahan ini bisa disetujui dalam APBD Banjarmasin Perubahan tahun 2023 sehingga proyek pelebaran jalan bisa segera dikerjakan oleh pihak provinsi,” harapnya.
Terakhir, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Kalsel dan Pemkab Banjar terkait rencana proyek pelebaran jalan.

Leave a comment