BARABAI – Bagi masyarakat Hulu Sungai Tengah (HST) dan sekitarnya, Pagat Batu Benawa sudah menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi.
Pagat yang merupakan satu-satunya wisata alam yang dikelola oleh pemerintah setempat terletak di Desa Pagat, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten HST, berjarak 7 Km dari Kota Barabai
Cukup membayar Rp 3000 per orang, pengunjung sudah dapat menjelajahi bukit, sungai, goa dan menikmati pemandangan pegunungan yang menawan.
Memiliki sungai yang jernih berarus sedang dan aman untuk anak-anak bermain, merupakan salah satu daya tarik dari objek wisata ini.
Untuk menyeberangi sungai, ada 2 alternatif yang bisa di gunakan, yakni lewat jembatan gantung atau melalui rakit bambu yang sudah disusun sampai ke seberang.
kedua jalur ini mempunyai sensasi yang berbeda dan menjadi tempat favorit wisatawan untuk melakukan selfie.
Objek wisata yang terkenal dengan legenda Raden Penganten dan Diang Insun ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas. Antara lain, seperti mushalla, warung, gazebo, tempat bermain anak, panggung hiburan, toko souvenir, dan toilet.
Namun, saat ini pengunjung Pagat berkurang drastis karena harus bersaing dengan wisata alam swadaya masyarakat lainnya yang menjamur di HST.
“Sangat turun, karena banyak buka tempat wisata lain yang juga bernuansa alam,” ungkap petugas Wisata Pagat, Masrani, Kamis (6/1).
Pagat sempat tutup akibat dampak sebaran Covid-19 dan banjir bandang pada Januari setahun lalu.
“Selain itu, banjir bandang pada Januari dulu juga merusak beberapa fasilitas. Belum lagi dampak Covid-19 yang akibatnya harus tutup dulu. Sempat buka sebentar, namun tutup lagi karena mau direnovasi,” tambah Masrani.
“Sehubungan dengan rencana renovasi dan pembenahan objek wisata Pagat Batu Benawa, terhitung mulai tanggal 25 Desember 2021 operasional ditutup sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan,” begitu bunyi isi pengumuman resmi pemerintah setempat. (mid)


Leave a comment