BALANGANPemkab Balangan

30 Inovasi UMKM Balangan Lolos Penjaringan, Siap Naik Kelas Lewat Kolaborasi CSR Adaro

146

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Sebanyak 30 inovasi dari pelaku UMKM di Kabupaten Balangan berhasil terjaring dalam kegiatan sosialisasi dan penjaringan inovasi yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Balangan bekerja sama dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung di Aula 3 Bapperida, Paringin Selatan, Rabu (4/3), sebagai tindak lanjut dari program Adaro Spectapreneur yang sebelumnya melibatkan para pelaku UMKM di Balangan.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Balangan, Resty Fauriana, menjelaskan bahwa 30 produk UMKM yang masuk saat ini masih dalam tahap penjaringan awal.

Menurutnya, tidak semua produk otomatis bisa disebut inovasi. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, baik dari sisi pemasaran, proses pengolahan, hingga aspek pengembangan produk.

“Ini masih tahap penjaringan untuk melihat apakah produk UMKM ini bisa dikategorikan sebagai inovasi, karena inovasi memiliki kriteria tersendiri,” ujarnya.

Dalam proses tersebut, dilakukan desk penilaian untuk menentukan produk yang benar-benar layak diklaim sebagai inovasi daerah. Produk yang lolos nantinya akan mendapat pendampingan untuk melengkapi data dukung agar bisa didaftarkan secara resmi dan berpeluang memperoleh pendanaan dari pemerintah daerah.

Sementara itu, CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Yuri Budhi Sujalmi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk pembinaan lanjutan bagi UMKM setelah mengikuti program Adaro Spectapreneur.

Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah mendorong UMKM agar “naik kelas” dan memiliki eksposur yang lebih luas.

Menurut Yuri, UMKM yang hanya bertahan di zona nyaman tanpa promosi dan pengembangan cenderung sulit berkembang. Sebaliknya, ketika produk mulai dikenal luas, pelaku usaha akan terdorong untuk menjaga kualitas, konsistensi produksi dan terus berinovasi.

Yuri menekankan bahwa inovasi menjadi modal penting bagi UMKM, selain permodalan dan peralatan. Dengan inovasi, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha ini, UMKM Balangan diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas. (ms)

Related Articles

Pasar Murah Disperindag Balangan Diserbu Warga Baruh Bahinu Luar

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan kembali menggelar...

DPRD Balangan Mulai Bahas APBD 2027, Anggaran Diproyeksikan Rp. 2,795 Triliun

RETORIKABANUA.ID, Balangan – DPRD Kabupaten Balangan mulai membahas penyusunan Anggaran Pendapatan dan...

Pemkab Balangan Fokus pada Empat Prioritas Pembangunan di APBD 2027

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan menetapkan empat prioritas pembangunan dalam Rancangan...

Dinsos Balangan Hadirkan Lima Inovasi Pelayanan Sosial

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dinas Sosial Kabupaten Balangan terus mengembangkan berbagai inovasi untuk...