PEMERINTAHANPOLITIK

100 Hari Pemerintahan Prabowo Subianto: Bang Dhin Soroti Evaluasi dan Masukan untuk Perbaikan

487

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan memasuki 100 hari pertama sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Sejumlah pemberitaan media kian menghiasi linimasa mengenai pelaksanaan program, janji politik, dan efektivitas kerja kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinannya.

Di awal masa kepemimpinan, Presiden Prabowo Subianto mewarisi utang negara yang besar dari pemerintahan sebelumnya, yang tercatat mencapai Rp8.560,36 triliun pada akhir Oktober 2024. Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada dalam level yang aman, yakni 38,66 persen.

H. M. Syaripuddin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel), menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto kini memikul beban ekonomi besar, termasuk utang negara, pengangguran, dan kemiskinan. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah perlu melakukan pencermatan secara cermat, terukur, dan mendalam untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sejumlah pakar ekonomi berpendapat bahwa Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan besar, dengan mewarisi utang negara, pengangguran, dan kemiskinan, di tengah ruang fiskal yang semakin sempit. Ini berpotensi menghambat peluang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menambahkan bahwa dalam menghadapi situasi ini, dibutuhkan kebijakan fiskal yang afirmatif, dengan memperhatikan kebutuhan nasional serta visi dan misi pemerintahan saat ini. Hal ini penting untuk mengatasi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang ekonomi guna mendukung transformasi ekonomi nasional.

“Di tengah kondisi ekonomi yang ada, setidaknya pemerintah harus melakukan rasionalisasi program guna efisiensi anggaran. Fokus utama harus diarahkan pada mendorong program pembangunan, mengoptimalkan penerimaan negara, dan memberikan stimulus ekonomi yang langsung menyentuh masyarakat berpenghasilan rendah, kelas menengah, serta pelaku usaha,” tegasnya.

Menyangkut 100 hari kerja pertama Presiden Prabowo Subianto, Bang Dhin, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya evaluasi terhadap jajaran pemerintahan di bawahnya.

“100 hari kerja pertama ini sangat penting sebagai bahan evaluasi bagi pemerintahan. Saya yakin Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen dan keinginan kuat untuk memastikan program pemerintahannya terlaksana dengan baik di tahun pertama. Oleh karena itu, kinerja jajaran kementerian dan lembaga yang dianggap paling buruk oleh masyarakat perlu diberi perhatian serius, termasuk sentimen negatif yang ada terhadap Polri,” pungkasnya. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

DPRD Kalsel Tetapkan Rekomendasi Pansus BBM, Soroti Lemahnya Tata Kelola Distribusi

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan...

Bang Dhin Dorong Dua Raperda Strategis: Lindungi Pekerja Rentan, Hapus Ketimpangan Pendidikan di Kalsel

BANJARMASIN – Perlindungan terhadap pekerja rentan dan ketimpangan layanan pendidikan masih menjadi...

H. Hasanuddin Perkenalkan Anggota Komisi III DPRD Tanah Bumbu: Satu Tim Mengemban Amanah Masyarakat

TANAH BUMBU — Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu sekaligus Koordinator Komisi...

Pemkab Tanah Bumbu Setujui Pembahasan Dua Raperda Inisiatif DPRD tentang Kemiskinan dan SDM

BATULICIN — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyetujui secara substansial dua Rancangan Peraturan...