BANJARBARUKALSELPEMERINTAHANRELIGI

Tenaga Ahli Gubernur Bidang Percepatan Pembangunan Tinjau Progres Pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

452

Banjarbaru – Rombongan Tenaga Ahli Gubernur Bidang Percepatan Pembangunan, Syaifuddin bersama Apriansyah dan Rizal Akbar Sarupi melakukan peninjauan Pembagunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Area Perkantoran Pemprov Kalsel Banjarbaru, Kamis (5/10).

Angga Irwan Dana selaku Project Manager KSO Adhi-Luthfia dan Kepala Dinas PUPR Kalsel Ahmad Solhan diwakili Oleh Kabid Cipta Karya Ryan Tirta Nugraha menyambut baik kedatangan Tim Ahli Gubernur.

Tenaga Ahli Gubernur Bidang Percepatan Pembangunan, Syaifuddin mengatakan, tujuan peninjauan dalam rangka melihat sejauh mana progres pembangunan masjid tersebut.

“Kita ingin melihat progres pembangunan masjid sudah sejauh mana. Ternyata ketika dilihat secara langsung progresnya cukup baik dan pengerjaan pembangunan sudah memasuki tahap pemancangan serta progresnya akhir Oktober mencapai 19 persen,” kata Syaifuddin.

Dirinya menambahkan, Agustus tahun 2024 pembangunan masjid raya sudah selesai, dan secara bersama-sama menyaksikan dan menikmati kemegahan dari bangunan masjid raya yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas inisiasi dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

Ia berharap, dengan adanya masjid ini nantinya dikembangkan menjadi kehidupan keagamaan dengan melibatkan santri-santri dari beberapa pesantren dan menjadi pusat kajian.

“Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga dapat menjadi pusat pengajian dan penyebaran agama Islam. Itu yang akan kita kembangkan di Kalsel, Mohon dukungan kepada masyarakat, semoga masjid ini bisa cepat selesai,” katanya.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Ryan Tirta Nugraha, menyampaikan, Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ini dilaksanakan secara multiyears. Di mulai tahun 2023 dianggarkan Rp80 miliar kemudian tahun berikutnya Rp41 miliar dengan luasan areal 11,75 hektare, luas bangunan 4.650 meter persegi dan mampu menampung 3.000 orang.

Menurutnya, penamaan Masjid Syekh Arsyad Al Banjari adalah salah satu bentuk penghormatan kepada ulama besar asal Kalsel yang lahir di Lok Gabang, Martapura, Kabupaten Banjar, pada 17 Maret 1710.

“Bahkan, nama Syekh Arsyad Al-Banjari diusulkan menjadi pahlawan nasional,” ujarnya.

Adapun Manager KSO Adhi-Luthfia, Angga Irwan mengatakan, pembangunan desain Masjid Raya Syekh Arsyad Al Banjari telah memasuki tahap pemberian coran dan sisi masjid sendiri sudah masuk tahap pemancangan.

“Mungkin di akhir bulan Oktober pemancangan sudah 100 persen, kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan balken dan pengerjaan plat lantai, kemudian dilanjutkan pengerjaan struktur atasnya setelah pekerjaan pondasi bawahnya,” jelasnya. (adpim/tgh/mckalsel/zy)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Reses Wakil Ketua DPRD Kalsel, Warga Harapkan Perbaikan Infrastruktur dan UMKM

RETORIKABANUA.ID, Tanah Bumbu – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rakhman,...

Pemprov Kalsel Pastikan Distribusi Solar Subsidi Aman

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Menyikapi aksi demonstrasi ratusan sopir angkutan dari berbagai daerah...

Bang Dhin Sambangi Warga Perbatasan Kalsel–Kaltim, Warga Sekayu Baru Antusias Sampaikan Aspirasi

Kotabaru – Anggota DPRD Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, melaksanakan kegiatan Serap...

DPRD Kalsel Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya dalam mendukung...