BANJARMASIN – Sekitar 1.000 kader Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Banser PWNU Kalsel, akan mengawal Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Bendum PBNU), Mardani H Maming, yang akan memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin, Senin (25/4).
Hal itu terkait kasus dugaan gratifikasi izin pertambangan dengan terdakwa Dwiyono, mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu.
Pengawalan ini dilakukan menyusul adanya indikasi upaya kriminalisasi. “Dalam beberapa waktu terakhir ini, ada framing oleh pihak tertentu melalui media massa dan demo, yang cenderung mengkriminalisasi dan menyudutkan Mardani. Karena ini menyangkut PBNU, kami wajib mengawal,” tegas Ketua Pengurus Wilayah GP Anshor Kalsel, Teddy Suryana.
Pihaknya akan menurunkan 1.000 kader GP Ansor dan Banser PWNU Kalsel untuk mengawal sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin tersebut.
Selain GP Ansor dan Banser, beberapa elemen pemuda NU juga akan turun mengawal. Seperti mahasiswa Universitas NU, Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Perempuan NU.
Menurutnya, kehadiran 1.000 massa NU ini sesuai dengan arahan dan perintah PWNU Kalsel. “ Karena ini adalah perintah PWNU dan para kiai, kami mengawal jalannya sidang kesaksian Bendum PBNU,” tegasnya.
Teddy mengaku sudah melaporkan aksi pengawalan tersebut ke Polda Kalsel.
“Kami tegaskan, pengawalan bukan sebagai bentuk demonstrasi. Ini hanya aksi simpati dan dukungan moril kami kepada pak Mardani,” ucapnya. (*)

Leave a comment