RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Alpiya Rahman, kembali menyerap aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses di dua desa perbatasan Kalsel-Kaltim, yakni Desa Sengayam (Kecamatan Pamukan Barat) dan Desa Bungkukan (Kecamatan Kelumpang Barat), Selasa (7/10).
Dalam dialog bersama warga, berbagai persoalan mendesak muncul, terutama terkait infrastruktur, pertanian dan pemekaran wilayah.
Salah satu keluhan utama warga adalah jembatan di jalur nasional yang sering terendam saat hujan deras akibat saluran air yang buruk.
“Ini harus jadi perhatian serius. Hujan sehari saja bisa membuat genangan besar yang mengganggu aktivitas warga,” ujar Alpiya.
Warga juga menyampaikan kebutuhan mendesak akan bibit tanaman perkebunan, mesin pencacah rumput untuk peternak, serta akses pupuk bersubsidi.
“Wilayah ini basis perkebunan, jadi fasilitas penunjang seperti bibit dan pupuk sangat penting untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat,” jelasnya.
Permintaan lainnya datang dari warga Desa Bungkukan yang mengusulkan:
-
Penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di area rawan kecelakaan
-
Zona Selamat Sekolah (ZoSS) untuk melindungi pelajar
-
Kendaraan pengangkut sampah
-
Fasilitas olahraga, seperti bola voli
-
Peningkatan layanan kesehatan
-
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari industri yang beroperasi di wilayah mereka
Aspirasi pemekaran Kabupaten Kambatang Lima juga kembali mencuat. Meski pemerintah pusat masih menerapkan moratorium, Alpiya menegaskan perjuangan tak boleh berhenti.
“Kami di DPRD Kalsel, khususnya Komisi I, mendukung penuh. Moratorium bukan alasan untuk diam. Kita harus tetap suarakan ini,” tegasnya.
Alpiya menutup kunjungannya dengan komitmen bahwa seluruh aspirasi warga akan diperjuangkan melalui forum resmi DPRD Kalimantan Selatan.
“Inilah wujud tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat, agar suara masyarakat perbatasan benar-benar sampai dan diperjuangkan di tingkat provinsi,” pungkasnya. (ms)

Leave a comment