BANJARMASIN-Polemik rencana revitalisasi Pasar Batuah yang berlokasi di Jalan Manggis, Kecamatan Banjarmasin Timur terus menuai kontra.
Ratusan warga setempat ngotot menolak proyek perbaikan lokasi pasar.
Sebelumnya, warga sudah melakukan audiensi dengan DPRD Banjarmasin yang juga dihadiri instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).
Pertemuan tersebut tidak menemui titik terang. Warga bahkan meminta Pemko menelaah kembali rencana itu.
Pasalnya, dari penuturan warga rencana ini terkesan mendesak. Pemko baru mengungkapkan adanya revitalisasi pada bulan Januari dan memberikan tenggat waktu kepada warga hingga Maret untuk bisa mengosongkan lokasi tersebut.
“Kami tidak menghalangi, tapi carikan solusi yang terbaik, kalau bisa jangan dibongkar. Pasarnya cuma sepuluh persen, sisanya hunian warga, saya sudah 42 tahun di sini, tapi katanya tidak ada ganti rugi. Kami jadi resah,” terang Sahrian Nor, Ketua Aliansi Warga Pasar Batuah.
Sementara itu, aksi penolakan ini kembali ditunjukkan warga, Jumat (21/1) siang. Dengan membentangkan poster penolakan, warga meminta Pemko untuk mempertimbangkan nasib mereka di tengah ekonomi yang lemah saat pandemi covid-19.
“Kami harap kepada wali kota melihat keadaan kami, musim kaya begini kalau ada dana bangun ke lain saja, harap wali kota datang ke sini. Liat kehidupan kami,” ucap salah seorang pedagang yang juga warga setempat, Nor Hasanah.
Sementara, warga lainnya Rayhanah meminta kepada pemko untuk kembali menelaah azaz Pancasila yang mana di dalamnya mengandung makna keadilan sosial bagi rakyat.
“Kami bangun rumah dengan keringat sendiri, tolong ingat azas Pancasila, keadlian sosial,” ucapnya.
Seperti yang diketahui, Pemko Banjarmasin mendapat dana pendamping dari APBN sebesar 3,5 miliar rupiah tahun ini.
Dana itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan kembali 123 persil kios di Pasar Batuah dengan luas 7230 m². (nn)



Leave a comment