BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, yang akrab disapa Bang Dhin, menyoroti kondisi nelayan yang masih tertekan di tengah kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Kalsel.
Berdasarkan data BPS Kalsel yang dirilis pada 2 Juni 2026, NTP Kalsel pada Mei naik 1,75 persen menjadi 131,24. Namun, Nilai Tukar Nelayan hanya berada di angka 98,89, sementara NTP subsektor perikanan tercatat 99,17.
Angka di bawah 100 menunjukkan pendapatan nelayan belum mampu mengimbangi biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga.
“Naiknya NTP jangan membuat kita lengah. Faktanya, nelayan masih merugi dan peternak juga tertekan. Pemerintah harus hadir dengan langkah nyata,” ujar Bang Dhin.
Ia meminta Pemprov Kalsel memperluas akses BBM bersubsidi, menambah titik pengisian BBM bagi nelayan, memperluas perlindungan asuransi, serta memberikan bantuan alat tangkap.
Bang Dhin juga meminta pemerintah menjaga stabilitas harga pakan, bibit ayam, pupuk, dan gabah, serta memperluas akses KUR bagi petani, peternak, dan nelayan.
Ia mendorong komisi terkait di DPRD Kalsel segera memanggil dinas teknis untuk memastikan program dan anggaran benar-benar berpihak kepada masyarakat.
“Pemerintah harus bergerak cepat. Jangan hanya melihat angka agregat, tetapi juga kondisi riil masyarakat di lapangan,” tegasnya. (red)


