RETORIKABANUA.ID, Hulu Sungai Selatan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 di Desa Loksado, wilayah adat Dayak Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Perayaan ini menjadi simbol kepedulian nyata terhadap anak-anak di wilayah pedalaman dan komunitas adat.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, hadir langsung dalam kegiatan ini dan menegaskan bahwa HAN bukan sekadar seremoni, tetapi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi dan melindungi hak anak.
“Walaupun HAN diperingati setiap 23 Juli, pelaksanaannya hari ini tetap bermakna. Yang terpenting adalah kesadaran kolektif kita untuk menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan terlindungi dari diskriminasi dan kekerasan,” ujar Gubernur.
Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menekankan pentingnya akses pendidikan, identitas hukum, lingkungan ramah anak dan partisipasi sebagai hak dasar yang wajib dipenuhi, termasuk bagi anak-anak di wilayah terpencil.
“Anak-anak harus punya akta kelahiran, bisa bersekolah, tumbuh di lingkungan yang aman, dan diberi ruang untuk menyampaikan pendapat. Mereka adalah penentu masa depan bangsa,” tambahnya.
Beragam kegiatan konkret mewarnai peringatan HAN kali ini, dengan dampak langsung bagi anak-anak di Loksado dan sekitarnya, antara lain:
-
Pengukuhan Forum Anak Daerah Desa Loksado sebagai wadah anak-anak Dayak Meratus untuk berperan sebagai pelopor dan pelapor (2P) dalam pembangunan desa ramah anak.
-
Penyerahan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai bentuk perlindungan hukum dan pengakuan negara sejak dini.
-
Penetapan Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA) di masjid dan gereja lokal agar menjadi ruang spiritual yang aman dan inklusif untuk anak-anak.
-
Edukasi lingkungan melalui penyerahan tempat sampah terpilah oleh Dinas Lingkungan Hidup HSS.
-
Distribusi 100 bingkisan makanan bergizi, termasuk olahan ikan lokal,
-
Bantuan perlengkapan sekolah,
-
Penghargaan untuk siswa SMALB Kabupaten HSS, dan
-
Penyerahan simbolis SK Remisi bagi anak yang berhadapan dengan hukum.
Gubernur menegaskan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir nyata untuk anak-anak, terutama di wilayah yang selama ini kerap tertinggal dalam akses layanan dasar.
“Kita ingin anak-anak Kalimantan Selatan, termasuk yang berada di pedalaman, bisa tumbuh menjadi generasi yang beriman, tangguh, cerdas, disiplin dan berakhlak mulia,” tutupnya. (ms)

Leave a comment