BANJARMASINKALSEL

Peduli Bayi Kembar Nihlatuh dan Nailatul, Ibnu Sina Salurkan Bantuan Biaya Perawatan

367

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyambangi kediaman bayi kembar Nihlatuh Zahra dan Nailatul Zahra di kawasan Pekapuran Raya Gg Amanah, Selasa (10/8) pagi.

Aksi sosial yang dilakukan orang nomor satu di Kota Seribu Sungai itu berawal dari curhatan seorang warganet di media sosial Facebook. Disebutkan, ada warga yang membutuhkan biaya persalinan dan perawatan bayi.

Ibnu Sina bersama jajaran lantas mengunjungi kedua bayi kembar itu. Besarnya bantuan yang diberikan mencapai Rp 25 juta, dengan rincian Rp 18 juta dari dana Jampersal atau Program Jaminan Persalinan dan Rp 7 jutanya diberikan Ibnu Sina.

Total biaya tersebut dibayarkan semuanya untuk persalinan, serta perawatan sang bayi kembar.

“Bayi kembar ini dalam pengawasan Puskesmas Pekapuran Raya, karena lahir prematur dan berat badan masih kurang,” tulis keterangan pada akun IG @jejak_ibnusina

Tak ketinggalan, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada sejumlah pihak, seperti yang tertera dalam keterangan postingan video singkat di akun IG tersebut.

Seperti Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syaripuddin atau biasa dikenal dengan Bang Dhin, Direktur PDAM Bandarmasih, serta Dinas Kesehatan setempat. (nn)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

TP PKK Sungai Lulut Wakili Banjarmasin di Enam Besar Tingkat Provinsi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Sungai Lulut yang mewakili...

Banjarmasin Juara Umum MTQ Nasional XXXVII Tingkat Kalsel 2026

RETORIKABANUA.ID, Barito Kuala – Kota Banjarmasin kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih...

PDI Perjuangan Kalsel Tegaskan Ruang Aspirasi Bukan Sekadar Formalitas

BANJARMASIN – DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat...

Bukan Cuma Saat Pemilu, PDI Perjuangan Kalsel Buka Ruang Aspirasi untuk Rakyat

BANJARMASIN – Politik tidak seharusnya hanya ramai saat pemilu. Politik juga harus...