HULU SUNGAI UTARAKALSEL

Menengok Pandai Besi HSU, Bertahan di Zaman Modern

495

AMUNTAI – Pengrajin pandai besi semakin langka di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Proses pembuatan ditambah pesaing impor menjadi tantangan di zaman modern seperti ini.

Hairun dan Akhmad adalah contoh pandai besi di Amuntai yang masih bertahan sejak 1976 hingga sekarang.

Ayah dan anak, warga Gang Manis RT 02 Desa Palampitan Hulu, Kecamatan Amuntai Tengah ini berprofesi sebagai penyepuh besi untuk membuat berbagai alat keperluan seperti parang, linggis, sabit, dan pisau.

Termasuk langka karena mayoritas penduduk di HSU lebih condong menggeluti kerajinan bahan kayu, alumunium, sampai dengan eceng gondok dan purun.

“Orang tua secara turun temurun menggeluti ini, kami mulai menempa dari jam 08.00 sampai 15.00 Wita. Sedangkan untuk pesanan paling banyak biasanya di musim kemarau, saat petani mulai bercocok tanam atau sedang panen. Jika musim penghujan seperti ini memang sepi pesanan,” ucap Hairun, Rabu (16/12).

Selama tujuh hingga delapan jam, Hairun mengaku mampu menghasilkan produk sampai tiga parang atau linggis berbahan besi ulir pesanan.

“Harganya tergantung jenis bahan yang digunakan dan ukurann. Bila bahan bakunya bagus dan ukurannya lebih panjang dan besar, tentunya agak mahal, sehingga harganya bervariatif,” jelasnya.

Untuk harga arit atau sabit dijual sekitar Rp 35 ribu, parang pemotong Rp 70 ribu, kapak kecil Rp 40 ribu, kapak sedang Rp 50 ribu, dan kapak besar Rp 75 ribu.

Hairun menambahkan, untuk pembeli biasanya datang langsung dari daerah HSU untuk dibuatkan kerajinan sesuai yang dipesan.

“Pembelian paling banyak dari Alabio dan Palampitan. Tapi, bisa juga pembeli yang memesan hasil kerajinan saya dari luar daerah, misalnya Balangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hairun mengungkapkan saat ini terkendala pada bahan bakar yang harus dibeli dari Sungai Danau, berupa arang kayu ulin karena di Amuntai belum ada yang menjual.

“Mudahan usaha pandai besi ini tetap bertahan dan terus berlanjut,” harapnya. (diskominfohsu/mid)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

HUT ke-81 RI, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya Nyata

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, menghadiri Upacara Penurunan Bendera...

HUT ke-81 RI, DPRD Kalsel Teguhkan Semangat Membangun Banua

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalsel tidak...

Renungan Suci HUT ke-81 RI, Ketua DPRD Kalsel : Supian HK Ajak Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, mengikuti Apel Kehormatan dan...

Red Camp 2026, PDI Perjuangan Kalsel Perkuat Ideologi Kader dan Semangat Kebangsaan

TANAH LAUT – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan...