BANJAR-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel menggelar kegiatan literasi media dan sosialisasi rencana migrasi TV analog ke digital.
Kegiatan dilangsungkan di Kedai Lingkungan D’Langkar Manis Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, belum lama tadi.
Nuansa santai ala anak muda membuat antusias peserta lebih pro aktif dan antusias mengikuti sosialisasi literasi media yang digelar KPID Kalsel. Acara ini dihadiri perwakilan Kelompok Masyarakat Peduli Siaran (KMPS), tokoh dan ulama, serta organisasi kemasyarakat setempat.
Sosialisasi bertema “Penyiaran sehat menuju migrasi TV analog ke digital”.
Acara ini mendapat atensi dan banyak pertanyaan dari peserta, terlebih rencana perpindahan siaran televisi ke sistem digital yang akan dimulai bertahap pada April – Agustus – November 2022.
Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kalsel Nazaruddin Ikhwan menyampaikan, dampak media TV terhadap pemirsa akan mempengaruhi psikologis penontonnya.
“Menonton televisi akan membentuk dan mendistorsi konsepsi realitas sosial pemirsa. Untuk itu diperlukan pemirsa yang cerdas dan kritis. Cerdas mampu memilah/memilih isi siaran, menonton dengan sadar,” katanya.
Sehingga diperlukan masyarakat pemirsa yang cerdas dan kritis dalam menerima informasi melalui media TV, dengan ikut mendorong siaran televisi (media) yang berkualitas, dengan tidak menontonnya atau melaporkan pelanggaran ke KPI/KPID.
Pemaparan literasi media turut disampaikan komisioner KPID Kalsel HM Farid Soufian dan H Gusti Burhanuddin, terkait siaran sehat yang hanya dapat dapat hadir di lingkungan keluarga dengan pendampingan orang tua kepada anaknya saat menyaksikan program siaran tv.
Batasi anak tercinta saat menonton siaran televisi, serta awasi tontonan yang didapat sudah mempunyai klasifikasi atau batasan umur pada program siaran. (nn)



Leave a comment