JAKARTANASIONAL

Kapolsek Klapanunggal Bogor Ciptakan Gula Cair untuk Mencegah Diabetes

537

JAKARTA – Guna mencegah meningkatnya penderita diabetes di Indonesia, Kapolsek Klapanunggal, Bogor, bersama rekan-rekannya berhasil menemukan produk yang berasal dari ekstrak daun stevia, dripsweet namanya.

Daun stevia (stevia rebaaudiana) sendiri sebenarnya sudah ditemukan ratusan tahun silam di Amerika Selatan. Daun ini termasuk jenis rumpun bunga matahari dan memiliki kandungan Steviosol yang menawarkan rasa manis hingga 300 kali lipat daripada gula pasir, namun sangat rendah kalori. 

Kapolsek Klapanunggal Bogor Fadli Amri mengatakan, ia kini mengembangkan gula cair berbahan baku ekstrak daun stevia. Menurutnya, proses pembuatan gula cair dari daun stevia sangatlah terjangkau, hanya saja perlu didukung oleh tekhnologi yang mumpuni. Karena prosesnya menggunakan katalis enzim untuk mendapatkan esktrak daun stevia. Dan sayangnya saat ini belum ada pabrik ekstrak tersebut di Indonesia.

“Sebenarnya cara membuatnya visible. Tetapi harus didukung oleh tekhnologi ekstraksi daun stevia yang saat ini belum ada di Indonesia, sehingga harus impor dari luar negeri. Ekstrak daun stevia ini memiliki tingkat kemanisan yang tinggi, sekitar 300 kali lipat dari gula tebu. Artinya, daun ini menawarkan rasa yang lebih manis dibandingkan gula yang biasa kita konsumsi, tapi tetap sehat karena sangat rendah kalori,” kata Fadli.

Pembuatan dripsweet ini telah melalui proses pabrikasi yang sangat modern, serta sudah memiliki izin edar BPOM dan sertifikasi HALAL MUI.

Saat ini, produk sudah diterima konsumen di sejumlah daerah di Indonesia, walaupun masih dalam jumlah yang tidak terlalu besar. 

“Rata-rata saat ini masih banyak yang menggunakan untuk konsumsi pribadi, industri makanan dan kue. Ada juga yang kami kemas dalam botol kecil ukuran 5ml dan 30ml. Untuk hasil produksinya sementara ini bisa sekitar 300rb botol per bulan,” terangnya. 

Idenya sendiri, jelas Fadli, berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya kerabat yang terkena penyakit diabetes padahal usianya masih muda. 

Menilik data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ketujuh dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi. Prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen, yang artinya ada lebih dari 10,8 juta orang menderita diabetes per tahun 2020.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Ketut Suastika mengatakan, angka itu diperkirakan meningkat menjadi 16,7 juta pasien per tahun 2045. Dengan data tahun ini, 1 dari 25 penduduk Indonesia atau 10 persen dari penduduk Indonesia mengalami diabetes. 

Hingga 14 Mei 2020, International Diabetes Federation (IDF) melaporkan 463 juta orang dewasa di dunia menyandang diabetes dengan prevalensi global mencapai 9,3 persen. Namun, kondisi yang membahayakan adalah 50,1 persen penyandang diabetes tidak terdiagnosis.

Ini menjadikan status diabetes sebagai silent killer masih menghantui dunia. Jumlah diabetesi ini diperkirakan meningkat 45 persen atau setara dengan 629 juta pasien per tahun 2045. Bahkan, sebanyak 75 persen pasien diabetes pada tahun 2020 berusia 20-64 tahun. 

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya dan seisinya. Hal inilah yang menjadi prinsip hidup. Saya berharap produk ini bisa memberikan alternatif baru dalam memberikan rasa manis di hidup. Selain produknya yang manis dan bermanfaat, tanaman daun stevia juga bisa menjadi alternatif baru untuk dibudidayakan, sehingga membuka peluang untuk para petani. Kami membuka kerja sama dengan siapa saja yang ingin berjualan produk ini, komoditi baru untuk mengais rejeki,” ujar Fadli.

Ia berharap ada yang mau berinvestasi untuk membuat pabrik esktrak daun stevia. Karena akan sangat membantu sekali, baik dari konsumen maupun petani. Sebab akan ada komoditi baru yang bisa di budidayakan,” imbuhnya.

Dengan masa panen sekitar 1,5 sampai 2 bulan, tentunya ini bisa menjadi alternatif tersendiri untuk dibudidayakan. Penanaman dan perawatannya sangat mudah dan setelah dipanen, tanaman ini bisa tumbuh kembali tanpa menanam bibit baru.

Fadli juga menceritakan, jika usaha untuk menemukan formula yang pas dan tidak pahit serta campuran yang tepat komposisi semua bahan alami ini tidak langsung berhasil. Ia mengalami kegagalan berkali-kali dan akhirnya di tahun 2019 akhir, berhasil menelurkan produk yang bernama dripsweet, terbuat dari ekstrak daun stevia dan 100 persen bahan alami lainnya.

Untuk oder bisa menghubungi www.dripsweet.co.id atau instagram @dripsweet_id. (*)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagian Dari

Berlangganan

Eror: Formulir kontak tidak ditemukan.

Related Articles

Kasus Meratus dan Pulau Panci Dibawa ke DPR RI

RETORIKABANUA.ID, Jakarta — DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan membawa persoalan konflik...

Belasungkawa Mega: Antara Politik Hati dan Diplomasi Dunia

Oleh: Dahlan Iskan Naskah Dahlan Iskan yang berjudul “Bela Khamenei” menghadirkan refleksi...

Bang Dhin: Gelar Kehormatan Megawati Jadi Kebanggaan Bangsa

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin...

Haka Auto Mantap Ekspansi Besar di 2026, Optimistis Sambut Pertumbuhan BYD

RETORIKABANUA.ID, Jakarta, 5 Februari 2026 – PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto),...