BANJARMASIN – Sebuah truk bernopol S 8795 UX tujuan Surabaya tercebur ke tepian Sungai Barito saat hendak menaiki kapal Kirana, Sabtu (11/9) malam.
Truk pembawa 30 ton besi tersebut terperosok ke sungai, usai menabrak bolder atau tiang penambat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Tujuh penumpang truk berhasil menyelamatkan diri dengan satu diantaranya mengalami patah kaki. Sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.
Diduga, keduanya yakni Adi Mustofa dan Sadir ikut tercebur bersama truk saat peristiwa terjadi.
Kejadian ini pun langsung ditangani pihak kepolisian dan Basarnas untuk proses pencarian.
Pada pencarian yang dilakukan hingga Minggu (12/9) petang, Komandan Regu Tim Basarnas Banjarmasin, Endro Sasmita menuturkan jika dua orang penumpang truk masih belum ditemukan.
“Kita telah melakukan penyelaman, melakukan observasi terhadap truk, yang dicurigai masih ada dua orang yang berada di truk. Kita lakukan penyisiran di kabin awak truk dan kabin driver, tida ada tanda-tanda korban, kami hanya menemukan dua buah tas,” ucapnya.
Sementara itu, Endro menambahkan jika proses pencarian sendiri saat ini terkendala air di dasar sungai yang cukup keruh.
“Penyelaman kita 8-10 meter, kondisi Sungai Barito seperti yang kita tahu, kita tidak bisa melihat sama sekali, hanya meraba raba,” imbuhnya.
Sementara itu, Polsek KPL pada Minggu sore telah menetapkan satu orang penumpang truk, yakni Suparman (sopir) sebagai tersangka karena dianggap lalai.
“Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain, dan atau Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat sesuai dengan Pasal 359 dan atau 360 KUHP,” terang Kapolsek KPL AKP Aryansyah.
Untuk rangka truk sendiri sudah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Kondisi truk yang berlumpur membuat truk harus dievakuasi menggunakan alat bantu kren. (nn)

Leave a comment