BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia sudah memasuki tahun kedua dan tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir. Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan. Kini, rumah sakit penuh pasien terpapar virus. Artinya, beban kerja semakin tinggi. Mereka bahu membahu untuk memberikan pelayanan.
Di samping itu, bahaya penularan kini kian masif mengintai tenaga kesehatan yang merawat pasien. Mereka kontak langsung dengan pasien Covid-19. Bahkan sudah banyak yang wafat.
“Tenaga kesehatan juga manusia, punya keluarga yang harus dijaga, kesehatan dan keberlangsungan hidupnya. Pertanyaan besar yang muncul, adalah reward yang setimpal mereka dapatkan, dengan pengorbanan itu,” kata Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin, Jumat (23/7).
Itulah yang menjadi perhatian Bang Dhin, sapaan akrab politisi PDI Perjuangan Kalsel ini.
Ia sering mendengar keluhan insentif nakes yang belum dibayar. “Kenapa bisa begitu? Saya berharap Gubernur Kalsel selaku kepala daerah harus turun langsung mengambil langkah cepat, agar hak-hak nakes dipenuhi,” tegasnya.
Bang Dhin menambahkan, menjadi hal wajib bagi nakes yang berhadapan langsung dengan pasien mendapat perhatian serius dan mendapat apresiasi dari pemerintah. Minimal, bayarkan tunjangan mereka sesegeranya.
“Jangan sampai keringat mereka sudah kering setelah melaksanakan kewajiban, tapi malah haknya belum dibayar,” ucapnya.
Menurut dia, jika persoalannya ada kendala, mestinya dibahas bersama. Bukan didiamkan, tapi harus disesaikan.
“Di legislatif, kami siap membantu eksekutif. Mari kita urai benang kusut dan cari solusi kongkret. Situasi ini sudah sangat mendesak. Saya berharap gubernur tegas dan turun tangan langsung. Kalau perlu tunda pembayaran tunjangan pejabat, prioritaskan hak nakes,” pungkasnya. (syl)

Leave a comment