RETORIKABANUA.ID, Tapin – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tapin, Faridah, kembali menegaskan pentingnya memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan dasar masyarakat. Penegasan ini disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang digelar di Aula Sekretariat TP PKK Tapin, Selasa (10/6).
Dalam sambutan pembukanya, Faridah menekankan bahwa Posyandu tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan semata.
“Posyandu bukan hanya urusan kesehatan. Di dalamnya ada aspek pendidikan, lingkungan, bahkan ekonomi keluarga. Karena itu, sinergi lintas sektor mutlak diperlukan, agar Posyandu benar-benar hadir sebagai pusat layanan terpadu bagi masyarakat,” ujar Faridah.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Bappelitbang, Dinas Pendidikan, serta beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Masing-masing instansi memaparkan program yang bisa diintegrasikan dalam upaya revitalisasi Posyandu di seluruh wilayah Tapin.
Salah satu isu utama yang disoroti Faridah adalah keberlanjutan pembinaan terhadap kader Posyandu, yang disebutnya sebagai ujung tombak pelayanan dasar di tingkat desa dan kelurahan.
“Kader jangan hanya diberi tugas, tapi juga perlu dilatih, diberi insentif, dan diapresiasi. Mereka yang langsung bersentuhan dengan ibu dan anak, jadi keberhasilan Posyandu sangat tergantung pada semangat dan kapasitas mereka,” tegasnya.
Beberapa poin strategis yang dibahas dalam rapat meliputi:
Pemutakhiran data Posyandu aktif,
Penyusunan jadwal pembinaan lintas sektor,
Perencanaan bantuan sarana dan prasarana berbasis kebutuhan lokal, dan
Koordinasi anggaran serta monitoring berkala.
Rapat ditutup dengan penyusunan draft rencana kerja lintas sektor untuk semester II tahun 2025, yang dirancang agar langsung bisa ditindaklanjuti oleh instansi terkait di lapangan.
“Komitmen kita bukan hanya berhenti di meja rapat. Posyandu harus hadir nyata dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat, terutama ibu dan anak di pelosok desa,” pungkas Faridah.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Tapin dalam membangun sistem layanan masyarakat yang lebih inklusif, tangguh, dan kolaboratif, khususnya melalui penguatan kelembagaan di tingkat akar rumput. (ki)

Leave a comment