RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat gabungan lintas komisi untuk membahas persoalan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Banua. Rapat tersebut turut menghadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan berlangsung pada Kamis (22/1).
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK. Dalam arahannya, ia menegaskan perlunya solusi komprehensif yang mencakup langkah jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang agar persoalan banjir tahunan di Kalsel tidak terus berulang dan meluas.
“Hari ini kita langsung melaksanakan rapat. Selama sepekan kami turun ke daerah pemilihan masing-masing dalam kegiatan reses. Hasil pantauan di lapangan itulah yang kami sampaikan kepada pihak eksekutif untuk didiskusikan bersama,” ujar Supian HK.
Ia menilai, banjir yang terjadi dari tahun ke tahun menunjukkan dampak yang semakin luas dan kompleks. Karena itu, DPRD Kalsel telah menjalin komunikasi dengan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
Supian HK memaparkan sejumlah langkah mendesak yang perlu segera dilakukan. Pertama, normalisasi alur sungai yang mengalami pendangkalan. Kedua, penanganan berbagai hambatan di jalur transportasi sungai yang menyebabkan lambatnya penurunan debit air.
“Langkah-langkah ini harus segera dilakukan. Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ke depan sudah ada pergerakan di lapangan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kalsel berencana kembali mengundang pihak-pihak terkait pada awal bulan depan untuk mengevaluasi sejauh mana langkah penanggulangan banjir yang telah dilaksanakan.
Selain itu, Supian HK juga menyampaikan rencana penambahan anggaran guna mempercepat penanganan bencana banjir. Upaya tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, maupun pemerintah pusat. (ms)
