BANJARMASINKALSEL

Dhin Berharap Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Tanpa Kompromi

361

BANJARMASIN – Permintaan dan imbauan Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA agar aktivitas masyarakat dikurangi pada empat zona merah untuk menekan penularan kasus Covid-19 menuai dukungan. Namun harus dilakukan dijalankan dengan konsisten. Monitoring dan evaluasi (monev) wajib diberlakukan berkala.

Dukungan datang dari Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin, Kamis (8/7). Ia sepakat dengan usulan dan permintaan Safrizal.

Bahkan, di zona-zona merah di Banua, Bang Dhin, begitu pria ini akrab disapa, sepakat diberlakukan pembatasan ketat. Seperti kebijakan jam malam yang dikawal khusus oleh jajaran Polda Kalsel dan Korem 101/Antasari.

“Demi keselamatan rakyat, saya mendukung dan sepakat dengan apa yang diusulkan penjabat gubernur,” tegas Bang Dhin.

Namun, politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan, jika kebijakan mengatasi penularan virus diberlakukan, maka harus disertai dengan komitmen yang tinggi dari semua komponen. Termasuk Gugus Tugas Covid-19 Kalsel dan daerah-daerah zona merah.

“Konsistensi dan disiplin menjalankan kebijakan mesti dilakukan. Secara berkala, pembatasan tersebut harus dimonitor dan dievaluasi. Agar benar-benar berjalan sesuai harapan. Penegakan disiplin wajib pula diterapkan. Tanpa kompromi. Semua demi keselamatan rakyat,” tegasnya.

Seperti dilansir dalam beberapa berita media, Safrizal mengungkapkan, berdasarkan laporan harian PPKM Mikro dan peta zonasi risiko yang dihimpun Direktorat Binmas Polda Kalsel, ada zona merah dan oranye di Banua.

Menurut dia, lonjakan kasus Covid-19 pada satu pekan terakhir menunjukkan kekhawatiran. Berdasarkan data www.covid19.go.id, pada 8 Juli 2021 pukul 12.15 WIB, Kalsel menduduki peringkat ke-13 nasional provinsi dengan jumlah terkonfirmasi terbanyak yaitu 36.645 orang dengan 1.071 masih dirawat dan 34.500 sembuh serta 1.074 meninggal.

Bahkan pada satu hari kemarin, terjadi penambahan 111 orang terkonfirmasi positif, 71 orang pasien dalam perawatan dan meninggal 4 orang dengan tingkat kesembuhan 36 orang.

“Dengan perkembangan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan itu, kebijakan pembatasan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penularan virus. Ini harus cepat diputuskan. Yakinlah, karena untuk kebaikan bersama, kebijakan ini akan didukung masyarakat,” pungkasnya. (syl)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagian Dari

Berlangganan

    Subscribe to our mailing list to receives daily updates direct to your inbox!

    Related Articles

    Yamin Turun Tangan Bersihkan Sungai Lumbah

    RETORIKAANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhmmad Yamin HR, turun langsung meninjau...

    Pemko Banjarmasin Kerahkan SKPD Bersihkan Kanal Ahmad Yani

    RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Menindaklanjuti instruksi Wali Kota Banjarmasin yang sejalan dengan arahan...

    Ananda Pastikan Harga Bapokting Terkendali Jelang Ramadan 1447 H

    RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Wali Kota...

    Bang Dhin: Status Desa Dambung Jelas, Tak Perlu Diperdebatkan Lagi

    RETORIKABANUA.ID, Jakarta, 13 Februari 2026 — DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa...