BANJARBARU – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Banjarbaru, didorong untuk memiliki strategi dan menyesuaikan diri di tengah perkembangan zaman.
Hal ini juga jadi pandangan Anggota DPRD Banjarbaru, Tarmidi. Baginya, UMKM merupakan salah satu unit usaha yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian. UMKM merupakan salah satu penyokong perekonomian di Kota Banjarbaru, khususnya pada masyarakat golongan bawah dan menengah.
“UMKM sendiri memiliki peran strategis dalam upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Karena UMKM dapat menyerap tenaga kerja. Sehingga pengangguran akibat tidak terserapnya angkatan kerja dalam dunia kerja menjadi berkurang,” katanya.
Dalam beberapa hal, lanjutnya, UMKM kurang memiliki ketahanan dan fleksibilitas dalam menghadapi pandemi Covid-19. Seperti tingkat digitalisasi yang masih rendah, kesulitan dalam mengakses teknologi, dan kurangnya pemahaman tentang strategi bertahan dalam bisnis.
“Untuk itu, UMKM harus memiliki strategi untuk dapat bertahan di tengah pandemi ini dan dituntut dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi yang terjadi. Termasuk perkembangan zaman. Sehingga dapat mengubah tantangan yang ada menjadi peluang,” katanya.
Tak lupa, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah agar menguatkan program digitalisasi UMKM untuk menyelamatkan ekonomi Banjarbaru dari krisis. Apalagi, potensi pertumbuhan UMKM di Kota Banjarbaru masih sangat besar.
“Jika tidak segera berinovasi, dikhawatirkan potensi UMKM tergerus perkembangan zaman. Pelaku UMKM harus mampu mengikuti tren digital saat ini,” pungkasnya. (mrf)

Leave a comment