BANJARMASINKALSELKAMPUSMAHASISWAPENDIDIKAN

Buku Bertajuk Diplomasi Dibedah

593

BANJARMASIN – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat menggelar webinar bedah buku bertajuk “Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara”. Acara diadakan secara daring, Kamis (24/6).

Webinar dihadiri oleh tim penulis buku, Bagas Hapsoro (Dubes RI untuk Swedia dan Latvia 2016-2020), Taufiq Rhody (Konsul Jenderal RI di Penang 2014-2016) dan Abdurrahman Mohammad Fachir (Wakil Menlu RI 2014-2019).

Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri Sekda Provinsi Kalimantan Selatan 2017-2020 dan Ketua IKA FISIP ULM H Abdul Haris Makkie, serta para akademisi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP ULM. Bertindak sebagai moderator pada webinar ini Safa Muzdalifah.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkuat H Asmu’i mengapresiasi hadirnya buku yang memuat pengalaman langsung dari para diplomat tanah air.

Ia berharap, dengan pendirian Program Studi Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dukungan dari Kementerian Luar Negeri RI yang dalam kesempatan ini diwakili oleh tim penulis buku, diharapkan bisa mempercepat realisasi tersebut.

Hapsoro pada kesempatan itu menyambut hangat dan mendukung pendirian Program Studi Hubungan Internasional di FISIP ULM. Ia menyampaikan alasan khusus mengapa ULM dipilih sebagai host dari bedah buku. Karena ULM merupakan universitas paling bergengsi di Kalimantan.

“Kalsel juga telah melahirkan beberapa tokoh nasional. Seperti Gusti Muhammad Hatta sebagai Menteri Lingkungan Hidup RI pada Kabinet Indonesia Bersatu II, Gusti Rusli Noor, seorang Dirjen Hubungan Luar Negeri Kemlu RI dan tentu saja Abdurrahman Mohammad Fachir yang juga menjadi pembicara dalam webinar,” ujarnya.

Taufiq Rhody pada webinar menekankan pentingnya pemanfaatan kesempatan yang terbuka lebar dalam konteks kerja sama internasional. Ia menceritakan tentang inovasi yang dilakukan oleh negara-negara maju, seperti Swiss yang bisa mengolah sampah untuk menjadi pembangkit listrik sebagai suatu pemecahan masalah yang berbasis kreativitas.

Untuk itu, Taufiq mendorong agar kerja sama antar grassroot dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan negara dan daerah.

Sedangkan Abdurrahman Mohammad Fachir mengingatkan kembali tujuan negara Indonesia sebagaimana tertuang dalam konstitusi. Tugas diplomat menurutnya adalah mengaktualisasikan tujuan negara di luar negeri yang meliputi diplomasi perlindungan WNI, diplomasi ekonomi dan lain sebagainya.

Hal penting yang menjadi sorotan adalah kesinambungan antara pengembangan sumberdaya manusia dan sumberdaya alam atau potensi yang dimiliki Kalsel. Sinergi antara potensi SDM dan SDA merupakan kunci keberhasilan inovasi daerah dalam memanfaatkan peluang yang disediakan dalam kancah internasional.

“Saya senang dengan acara ini. Kami bisa berkumpul dan bernostalgia dengan para rekan-rekan di Banua. Semoga juga acara dan kegiatan ini bisa berkelanjutan kemudian hari,” ucapnya.(red)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagian Dari

Berlangganan

    Subscribe to our mailing list to receives daily updates direct to your inbox!

    Related Articles

    Saksikan Final Soekarno Cup 2025, Bang Dhin: Sepak Bola Kampung Perekat Persatuan

    RETORIKABANUA.ID, Bali — Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin...

    Bang Dhin Dorong Transparansi Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api di Kalsel

    RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Selatan hingga...

    Pemkot Banjarmasin Peringati HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025, Ribuan Guru Hadiri Acara Puncak

    RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan menggelar acara puncak peringatan...

    Film “Timur” Gelar Special Screening di 17 Kota, Debut Sutradara Iko Uwais Tuai Pujian

    RETORIKABANUA.ID, Jakarta, 13 Desember 2025 — Menjelang penayangan resminya pada 18 Desember...