BANJARMASIN – Berawal dari salah satu keluarga yang lebih dahulu memulai usaha. Tak mau melewatkan kesempatan, Kahfi juga mencoba peruntungan dengan berjualan es Kelapa Khas NTB. Mendengar kabar bahwa racikan minuman khas daerahnya tersebut sangat diminati, membuat Kahfi semakin bergairah untuk datang ke Banjarmasin.
Sebelum memulai sendiri, Kahfi mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara membuat racikan Es Kelapa khas NTB. Menurutnya resep Es Kelapa NTB yang telah turun temurun ini sangat berbeda dengan resep pada umumnya, itu kenapa kenikmatan Es Kelapa NTB ini sangat diminati masyarakat.
Apakah bahan baku pembuatan Es Kelapa NTB ini didatangkan dari daerah asalnya? Kahfi menjawab tidak. Semua bahan untuk membuat Es Kelapa NTB ini berasal dari Kalimantan, hanya saja berbeda proses pembuatan dan ada tambahan bahan lain yang khas.
“Kalau resep sih tidak bisa dibocorkan semuanya. Soalnya resep turun temurun dari keluarga. Tapi yang pasti bahannya seperti es kelapa umumnya. Proses pembuatannya yang berbeda,” ujar Kahfi.
Kahfi mengeluarkan modal bersih Rp 5 juta saat merintis usaha tersebut. Setelah berjalan empat bulan, usaha Kahfi sudah mampu balik modal. “Allhamdulillah hasil berjualan untuk saya lebih dari cukup, setiap bulan saya juga mengirim uang untuk keluarga di sana (NTB),” ungkap Kahfi.
Seperti usaha kuliner minuman dingin dan segar pada umumnya, duka terbesar Kahfi dalam berjualan ialah musim hujan. “Omset menurun dari biasanya. Tapi itu lah semua pasti ada halangannya, apapun hasilnya saya tetap bersyukur,” ucap Kahfi.
Di tengah pandemi ini justru berbanding terbalik dengan usaha-usaha lain. Ketika yang lain menurun, usaha Kahfi justru laku keras. Itu tidak terlepas dari khasiatnya. Yakni berguna meningkatkan imun tubuh.
“Alhamdulillah masih bisa bertahan selama pandemi ini. Mudah-mudahan usaha teman-teman yang lain juga tetap baik. Kita harus saling dukung dalam berusaha,” katanya. (ray)

Leave a comment