RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menghadirkan Bamara Festival Pasar Wadai dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Festival tahunan ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman bersama Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, di kawasan Siring Nol Kilometer, Kamis (19/2) sore.
Tabuhan gendang mengawali pembukaan festival yang akan berlangsung selama satu bulan penuh sepanjang Ramadan. Usai seremoni, rombongan meninjau stan-stan pedagang, bercengkrama dengan pelaku UMKM, sekaligus membeli berbagai jajanan khas yang dijajakan.

Mewakili Gubernur Kalsel, Hasnuryadi menyebut Pasar Wadai sebagai tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Banua. Menurutnya, festival ini bukan sekadar tempat berburu takjil, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut bulan suci.
“Ini menjadi tradisi yang dirindukan, bukan sekadar tempat mencari takjil, tetapi juga simbol kebersamaan dan kegembiraan masyarakat Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi antara Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Dengan partisipasi ratusan pelaku usaha, festival ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan selama Ramadan.
“Kolaborasi ini kita harapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi selama Ramadan dan membantu kesejahteraan para pedagang,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Muhammad Yamin HR mengapresiasi dukungan Pemprov Kalsel dan Bank Kalsel yang konsisten mendukung Pasar Wadai sebagai salah satu ikon budaya Banjarmasin menjelang Ramadan.

Menurutnya, festival tahun ini tidak hanya menonjolkan kemeriahan, tetapi juga dampak nyata bagi perekonomian daerah. Salah satunya melalui program Pasar Raya TPID ke-6 yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Dengan semarak ini, fokus kita juga pada pengendalian inflasi selama Ramadan. Dengan harga yang lebih terjangkau, kita ingin daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelas Yamin.
Tak hanya itu, festival juga diramaikan dengan National Halal Fair sebagai ruang promosi dan edukasi produk halal. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Wali Kota turut mengajak seluruh masyarakat, pedagang, dan pengunjung untuk menjaga kebersihan kawasan pasar, termasuk menggalakkan pemilahan sampah dari sumber serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Kolaborasi ini contoh nyata bahwa ketika pemerintah bekerja bersama dan saling merangkul, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Bekerja bersama, merangkul semua, Banjarmasin Maju Sejahtera,” tandasnya.
Dengan stan yang lebih ramai dan dukungan dari berbagai pihak, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap geliat ekonomi warga, khususnya pelaku UMKM, semakin tumbuh dan memberikan dampak positif sepanjang Ramadan. (ms)


