BANJARMASIN – Vaksinasi Covid-19 di Kalsel terus digencarkan untuk menyasar semua warga yang telah berusia 18 tahun ke atas.
Dengan dukungan TNI dan Polri, vaksinasi secara massal digelar di sejumlah tempat dalam rangka menyukseskan program vaksinasi nasional. Tercatat 425.584 capaian pada dosis pertama dan 212.313 capaian pada dosis kedua.
“Tentunya ini harus lebih dioptimalkan, terlebih Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran yang menyatakan bahwa seseorang dapat divaksinasi tanpa memandang domisili maupun tempat tinggal di KTP,” kata Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin, Minggu (18/7).

Vaksinasi tersebut akan dilakukan di seluruh Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) vertikal Kemenkes. Seperti rumah sakit, puskesmas, dan kantor kesehatan pelabuhan. Pemerintah kini menargetkan agar vaksin dapat diterima rata-rata satu juta per hari.
Bang Dhin, sapaan akrab M Syaripuddin menambahkan, vaksinasi harus dilakukan lebih massif lagi. “Saya mendapat informasi bahwa di puskesmas-puskesmas kehabisan stok, sedang menunggu distribusi dari Dinkes Kalsel. Saya minta kepada Kadinkes agar mempercepat prosesnya, sehingga gelora semangat vaksin di Kalsel tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga meningatkan agar pelaksanaan vaksin dilakukan dengan tertib dan menegakkan protokol kesehatan dengan disiplin.
“Beberapa kali saya meninjau pelaksanan vaksinasi, dan kenyataan di lapangan malah menimbulkan kerumunan. Panitia mengatakan masyarakat yang tidak sabaran, warga menyatakan panitia tidak tanggap. Cobalah sama-sama dewasa. Masyarakat mohon dijaga kesabarannya, jangan niat vaksin malah jadi tertular. Panitia juga kalau tidak mampu, libatkan kepolisian dan lain sebagainya,” kata Bang Dhin.
Ia juga mengapresiasi langkah
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel yang merancang aplikasi pendaftaran vaksinasi Covid-19. Langkah ini bisa mencegah kerumunan, karena warga tak perlu daftar di lokasi vaksin. Saat ini perancangan aplikasi tersebut masih dalam tahap pembahasan dengan Dinkes. (syl)

Leave a comment