RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menemui langsung dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel dalam aksi penyampaian pendapat di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Jumat (5/6).
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka dan kekeluargaan. Gubernur didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Dalam kesempatan itu, ia menyimak berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Beragam isu menjadi perhatian, mulai dari pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan, pengelolaan lingkungan hidup dan sektor pertambangan, penguatan ekonomi daerah, hingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, kritik dan masukan dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses perbaikan kebijakan pemerintah.
“Kami menghargai kepedulian adik-adik mahasiswa terhadap pembangunan daerah. Aspirasi yang disampaikan tentu menjadi masukan bagi pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terbuka terhadap kritik, saran dan masukan dari berbagai kalangan. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Kalsel sangat terbantu dengan kritik, masukan, maupun saran dari siapa pun. Dari situ kita bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Kritik bukan untuk dijauhi, tetapi menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik,” katanya.
H. Muhidin juga menegaskan komitmen Pemprov Kalsel yang sejalan dengan semangat Bekerja Bersama, Merangkul Semua. Karena itu, pemerintah terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami ingin merangkul semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mahasiswa, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan. Dengan bekerja bersama dan merangkul semua, Insya Allah Kalimantan Selatan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Melalui dialog tersebut, Gubernur berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa dapat terus terjalin dengan baik. Ia menilai perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar dan dapat menjadi energi positif untuk melahirkan solusi serta mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (ap)


