RETORIKABANUA.ID, Tanah Bumbu – DPRD Tanah Bumbu menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan air bersih dari PT Air Minum Bersujud.
Melalui rapat kerja di ruang Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Rabu (6/5), DPRD bersama pihak PDAM membahas persoalan distribusi dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Rapat dibuka Anggota Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Harmanudin. Ia menegaskan pelayanan air bersih menjadi perhatian serius DPRD dan harus segera dibenahi.
Dalam rapat tersebut, DPRD menyoroti distribusi air yang belum maksimal, kondisi air yang kerap keruh, hingga tagihan PDAM yang dikeluhkan pelanggan.
Manajer Teknik PDAM Batulicin, Dedy Tri Wahyudi, menjelaskan gangguan pelayanan dipengaruhi beberapa faktor, seperti gangguan listrik dan tingginya tingkat kekeruhan air sungai.
Menurutnya, kondisi air sungai yang keruh kini semakin sering terjadi sehingga produksi air terpaksa dikurangi dari kapasitas normal 50 liter per detik. Kondisi itu berdampak pada distribusi air ke masyarakat. Selain itu, kenaikan harga BBM juga memengaruhi biaya operasional produksi dan distribusi air bersih.
Sementara itu, Anggota DPRD Tanah Bumbu, Said Ismail Khollil Al Aydrus, menilai kondisi sungai, termasuk aktivitas pertambangan, ikut memengaruhi kualitas air baku PDAM. Ia mengusulkan adanya forum lanjutan untuk mencari solusi bersama.
Ketua Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Andi Erwin Prasetya, juga meminta PDAM tidak membebankan tagihan kepada pelanggan apabila air tidak mengalir.
“Tolong jangan ditagih beban itu karena air tidak mengalir,” tegasnya.
DPRD Tanah Bumbu berencana menggelar rapat lanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, dinas terkait, aparat kepolisian, dan pihak perusahaan guna mencari solusi atas persoalan air bersih di Kabupaten Tanah Bumbu. (thr)
