RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Kehadiran Pasar Wadai Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti warga Banjarbaru. Tak sekadar tempat membeli takjil, pasar ini juga menghadirkan aneka kuliner khas Banjar seperti wadai Bingka, Amparan Tatak, Ipau, hingga Putu Mayang yang identik dengan suasana Ramadan. Dipadukan dengan jajanan kekinian, Pasar Wadai tahun ini kembali menjadi pusat keramaian di jantung kota.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, resmi membuka Pasar Wadai Ramadan 1447 H / 2026 M di Lapangan dr. Murdjani, Kamis (19/2) sore. Pembukaan turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono, serta unsur Forkopimda.
Mengusung tema “Harmoni Ramadan dalam Kebersamaan”, Pasar Wadai tahun ini menjadi bagian dari rangkaian Banjarbaru Festival 2026. Pemerintah Kota Banjarbaru menyediakan 150 tenant secara gratis bagi pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan.
“Alhamdulillah, kami menyiapkan 150 tenant gratis dan antusiasme pelaku UMKM sangat luar biasa. Kami juga mengajak para pedagang kaki lima untuk berjualan di sini agar lebih tertib dan nyaman,” ujar Wali Kota Lisa.
Ia menegaskan, Pasar Wadai tidak hanya berfungsi sebagai pusat kuliner, tetapi juga ruang untuk melestarikan budaya lokal Kalimantan Selatan. Menurutnya, keberadaan makanan tradisional di tengah tren kuliner modern menjadi bagian dari upaya menjaga identitas daerah.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci,” tambahnya.
Usai pembukaan, Wali Kota meninjau sejumlah tenant dan menyapa para pedagang. Ia juga terlihat membeli berbagai menu berbuka, mulai dari takjil tradisional hingga jajanan kekinian.
Pasar Wadai Ramadan 1447 H akan berlangsung selama satu bulan penuh. Setiap sore menjelang berbuka, kawasan Lapangan dr. Murdjani akan menjadi pusat wisata kuliner dan hiburan islami bagi warga Banjarbaru dan sekitarnya. (ms)
