RETORIKABANUA.ID, Kotabaru — Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) bersama KAPAK, Pemuda Revolusi, INSAN, KAHMI dan TANI menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Kotabaru, Kamis (4/9).
Dalam aksi tersebut, para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan yang dibacakan langsung oleh Ketua ARUN, Wahid Hasim. Tuntutan tersebut antara lain:
-
Mendesak evaluasi kinerja DPRD Kabupaten Kotabaru.
-
Meminta anggota DPRD meningkatkan keseriusan dalam fungsi pengawasan anggaran dan kinerja pemerintah daerah.
-
Menyoroti maraknya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kotabaru.
-
Menuntut penindakan atas dugaan praktik “fee” proyek.
-
Menyatakan keprihatinan terhadap berbagai persoalan lahan yang mengancam hak masyarakat, termasuk potensi penggusuran.
-
Mendesak penanganan pencemaran lingkungan hidup di sekitar area operasional PT SDE.
-
Menuntut DPRD memperhatikan aspirasi rakyat, termasuk hak-hak nelayan.
-
Menuntut setiap fraksi berkomitmen menyerap aspirasi masyarakat secara aktif dan berkelanjutan.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Kotabaru, Suwanti, didampingi Wakil Ketua I Awaludin, Wakil Ketua II Chairil Anwar, serta sejumlah anggota DPRD lainnya, langsung menemui massa aksi di halaman gedung. Suwanti kemudian mengajak para perwakilan demonstran untuk masuk dan berdialog bersama di ruang rapat DPRD.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta aksi diberikan kesempatan menyampaikan seluruh aspirasi dan keluhan mereka secara terbuka. Suwanti menegaskan bahwa gedung DPRD adalah rumah rakyat dan setiap aspirasi masyarakat wajib didengar serta ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan diterimanya massa aksi untuk berdiskusi langsung, DPRD menyatakan siap menelaah dan mengkaji seluruh tuntutan, serta berkomitmen meningkatkan fungsi pengawasan demi kepentingan masyarakat Kotabaru. (ms)
