RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru menyampaikan 11 rekomendasi strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2024. Rekomendasi tersebut disampaikan dalam rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Graha Paripurna DPRD Banjarbaru, Kamis (10/4).
Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, memimpin langsung rapat paripurna tersebut. Ia menjelaskan bahwa rekomendasi yang diberikan berisi catatan-catatan penting sebagai bahan evaluasi dan masukan bagi pemerintah kota agar penyelenggaraan pemerintahan ke depan bisa berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap rekomendasi ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Penjabat Wali Kota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru agar bisa menjadi acuan dalam perbaikan di masa mendatang,” ujar Rizky.
Juru bicara DPRD, Hindera Wahyudin, menyampaikan secara langsung ke-11 rekomendasi tersebut di hadapan Penjabat Wali Kota Subhan Nor Yaumil, Penjabat Sekda Sirajoni, serta para pimpinan SKPD Pemkot Banjarbaru.
Rekomendasi yang disampaikan meliputi berbagai sektor penting, mulai dari pendidikan hingga transportasi. Berikut poin-poin utama rekomendasinya:
Fokus pada pendidikan, khususnya penanganan ribuan anak yang tidak sekolah dan anak terlantar.
Penguatan tata kelola pemerintahan agar lebih transparan dan efisien.
Peningkatan efisiensi anggaran dan optimalisasi serapan dana pada setiap program.
Dorongan terhadap inovasi layanan publik serta peningkatan literasi masyarakat.
Penajaman terhadap aspirasi masyarakat untuk perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Penguatan fungsi pengawasan internal melalui Inspektorat.
Sinergi dalam penanganan bencana, baik yang bersifat alam maupun non-alam.
Peningkatan prestasi daerah melalui program-program yang kompetitif dan berbasis capaian nyata.
Optimalisasi peran Bappedalitbang dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah.
Perhatian khusus pada perlindungan anak yang berada dalam kondisi rentan.
Penguatan sektor transportasi dengan membangun sistem mobilitas yang aman, efisien, dan terkoneksi antarwilayah kota.
“Kami ingin agar seluruh rekomendasi ini dijadikan acuan dalam menyusun program kerja berikutnya. Banjarbaru Juara bukan sekadar slogan, tapi harus menjadi kenyataan melalui kerja nyata dan kolaborasi,” tegas Rizky.
Dengan rekomendasi ini, DPRD berharap pemerintah kota bisa lebih sigap dalam merespons berbagai tantangan, serta mampu mewujudkan Banjarbaru sebagai kota yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. (ms)



Leave a comment