KALSEL

Pemprov Kalsel Luncurkan Tim CSIRT untuk Tingkatkan Keamanan Siber

203

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) meluncurkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk kabupaten/kota se-Kalsel. Peluncuran ini juga disertai dengan penandatanganan komitmen bersama kepala daerah se-Kalsel mengenai dukungan terhadap keamanan siber serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) keamanan siber di provinsi ini.

Upaya Pemprov Kalsel ini mendapat apresiasi dari Plh Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar. Dalam sambutannya, Roy mengatakan pembentukan tim CSIRT ini sejalan dengan arahan Presiden RI yang mewajibkan instansi pemerintah untuk membentuk tim semacam itu guna menjaga ruang digital yang semakin rentan terhadap kejahatan siber. Ia juga menambahkan bahwa pembentukan CSIRT menjadi salah satu indikator dalam penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Untuk mendukung arahan Presiden RI, Kalsel sudah membentuk tim CSIRT yang dimulai di sembilan kabupaten/kota, dan pada hari ini diikuti oleh empat kabupaten/kota lainnya. Sehingga pada hari ini, 13 kabupaten/kota di Kalsel melaksanakan launching serentak, menandai tercapainya target pembentukan CSIRT di seluruh kabupaten/kota di Kalsel pada tahun 2024,” ujar Roy saat membuka acara peluncuran CSIRT di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin (18/11).

Roy berharap pembentukan tim CSIRT ini akan efektif dalam mencegah, menanggulangi, dan merespons insiden keamanan siber yang bisa terjadi di setiap daerah, mengingat pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

Sementara itu, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah dan Pembangunan Manusia, Sulistyo, mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel, menjadikan provinsi ini sebagai yang kedua di Indonesia setelah Yogyakarta, yang seluruh kabupaten/kotanya memiliki tim CSIRT. Sulistyo juga mengapresiasi kerja sama Pemprov Kalsel dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam menangani anomali yang terjadi di ruang digital.

“Setiap sistem elektronik yang dikelola pemerintah pusat atau daerah selalu berisiko diserang siber. Namun yang paling penting adalah kemampuan pemerintah dalam merespons dengan baik notifikasi dari BSSN,” jelas Sulistyo.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, menambahkan bahwa setelah peluncuran ini, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi SDM tim CSIRT melalui pelatihan dan bimbingan teknis bersama BSSN. Muslim juga menekankan pentingnya kerja sama dengan akademisi dan pihak kepolisian apabila gangguan siber telah memasuki ranah hukum.

“Kami akan bekerja sama dengan BSSN untuk meningkatkan kompetensi SDM CSIRT di daerah, agar pengamanan ruang digital di pemerintah daerah Kalsel bisa lebih optimal. Selain itu, kami juga akan melibatkan akademisi dan kepolisian jika gangguan siber sudah menjadi kasus hukum,” tambahnya. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul Guru Cangkring, Ajak Masyarakat Teladani Ulama

RETORIKABANUA.ID, Tapin — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menghadiri peringatan...

Pemprov Kalsel Resmi Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana haru dan khidmat menyertai pelepasan jemaah haji kloter...

Gubernur Pemprov Kalsel Dorong Ambapers Tingkatkan Pendapatan Daerah

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mendorong perusahaan daerah PT...

Pesan Gubernur Kalsel: Pendidikan Harus Berlandaskan Keteladanan dan Keikhlasan

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya keteladanan, keikhlasan dan...