BANJARBARUKALSELKEUANGANPEMERINTAHAN

Bersama KPK, Banjarbaru Siap Menjadi Kota Percontohan Antikorupsi

372
Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin menerima buku Anti Korupsi dari Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Fries Mount Wongso.

RETORIKABANUA.ID, BANJARBARU – Sebagai kota dengan nilai MCP dan admin MCP terbaik Tahun 2023 se-Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru kini siap menjadi subjek observasi calon Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi se-Kalimantan Selatan, bersama Kota Banjarmasin dan Kabupten Barito Kuala. Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Hal ini dibuktikan oleh Walikota Banjarbaru H.M. Aditya Mufti Ariffin, SH,.MH melalui Inspektorat Kota Banjarbaru yang menindaklanjuti surat Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, untuk giat Observasi Calon Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi, bertempat di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Kamis (29/8) Pagi.

Giat ini dibuka langsung oleh Plh Direktur Peran Serta Masyarakat KPK RI, Friesmount Wongso. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa ada 6 komponen dan 19 indikator penilaian. Ia menegaskan, untuk mendapatkan predikat kota anti korupsi, diperlukan komitmen menjaga integriras baik bagi pemerintah maupun seluruh stakeholder.

“Kami juga melihat kesiapan, kemantapan dan kesigapan bukan hanya dipemerintahan, juga seluruh lapisan masyarakat. Jadi diperlukan komitmen pimpinan dan seluruh stakeholder untuk memiliki integritas menjadikan Kota Banjarbaru sebagai kota anti korupsi” terangnya.

Frestmount Wongso mengungkapkan, salah satu penilaian yang dilihat yaitu angka Monitoring Center of Prevention (MCP). Dimana indikator ini digunakan dalam program kordinasi pencegahan dan pemberantasan korupsi di Pemerintah Daerah.

Disamping itu, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin menerangkan bahwa tidak ada persiapan khusus dari Pemerintah Kota Banjarbaru dalam proses penilaian, sebaliknya ia mengungkapkan ini merupakan suatu kebanggaan Kota Banjarbaru sebagai kandidat Kab/Kota Percontohan Anti Korupsi di Kalimantan Selatan.

“Jadi sebenarnya tidak ada persiapan khusus, tetapi ini berjalan apa adanya. InsyaAllah tidak ada yang dibuat – buat dan mudah – mudahan ini bisa menjadi kebanggaan untuk Kota Banjarbaru. Jadi Mari kita bersama – sama bersinergi melaksanakan pencegahan korupsi sesuai peran dan kedudukan kita di masyarakat sehingga memberikan dampak dalam upaya pemberantasan korupsi” terangnya.

Aditya juga menambahkan, Kota Banjabaru telah memiliki Mall Pelayanan Publik, dimana dengan ini dapat mempermudah layanan masyarakat, lebih efesien dan transparan.

“Menjadi kandidat kota yang diobservasi menjadi kebanggaan. Semoga, Banjarbaru dapat mewujudkan sebagai kota anti korupsi,” tutup Aditya.

Kemudian tim dari KPK melakukan peninjauan langsung ke Mal Pelayanan Publik kota Banjarbaru, Perpustakaan Daerah kota Banjarbaru, dan Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru. (mcbjb)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Atasi Karhutla, Kalsel Siapkan Embung Mini dan Sulfaktan

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Polda Kalsel menyiapkan...

Ketua DPRD Kalsel Ajak Desa dan Kelurahan Perkuat Pencegahan Karhutla

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, mengajak...

DPRD Kalsel Tetapkan Rekomendasi Pansus BBM, Soroti Lemahnya Tata Kelola Distribusi

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan...

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK: Ketahanan Kalsel Jadi Kunci Pertahanan Nasional

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, menegaskan...