Banjarmasin – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Forum Komunikasi Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat Indonesia (FKTK NSI) Provinsi Kalsel menggelar audiensi bersama, Rabu, (04/10) pagi.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Gina Mariati, S.Sos., M.I.P., mengatakan tujuan audiensi ini untuk mendengar aspirasi dari FKTK NSI Provinsi Kalsel terkait dengan ketidakpastian nasib mereka setelah 2022 yang lalu selesai mengikuti program Nusantara Sehat Indonesia yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI.
Gina, menyampaikan mereka yang mengabdikan diri memperjuangkan kesehatan di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) di seluruh Indonesia itu seperti kehilangan harapan untuk melanjutkan pengabdiannya.
Bukan tanpa alasan, dikemukakan oleh Sekretaris FKTK NSI Provinsi Kalsel, Ahmad Setiawan, bahkan untuk mendaftar PPPK pun terhalang, dengan keikutsertaan mereka di FKTK NSI, mereka tidak terdaftar pada data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK). Padahal, untuk mendaftar PPPK mereka harus masuk dalam SISDMK.
Padahal, sejak 2015 yang lalu mereka sudah berkontribusi membangun kesehatan di berbagai pelosok negeri. Bahkan di antaranya, dari mereka ada yang mendapatkan penghargaan dan prestasi. Karenanya, mereka memohon untuk ada kebijakan agar mereka dapat melanjutkan pengabdian di daerah asal mereka.
“Terkait dengan masalah ini, kami dari FKTK NSI juga sudah beraudiensi dengan DPR RI dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menyampaikan permasalahan ini. Namun, karena PPPK ini kebijakan daerah, kami kembali lagi kami harus melakukan perjuangan di daerah. Kami juga sudah bersurat ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, namun sampai saat ini belum ada tanggapan,” ungkap Ahmad Setiawan.
Gina selaku wakil rakyat sangat mengapresiasi FKTK NSI ini. Menurutnya, bagaimana pun juga, mereka adalah tenaga kesehatan yang sudah teruji dan berpengalaman langsung terjun ke DTPK selama bertahun-tahun. SDM berkualitas seperti ini, menurutnya jangan sampai disia-siakan untuk turut berkontribusi membangun kesehatan di banua.
“Dalam waktu dekat, kita akan memanggil pihak Dinas Kesehatan Provinsi dan Badan Kepegawaian daerah Provinsi Kalsel untuk melaksanakan rapat dengar pendapat, tentu dari pihak FKTK NSI Provinsi Kalsel akan kita libatkan, agar dapat mencari solusi atas permasalahan ini,” tegas pungkas Gina. (humas/mckalsel/rc)

Leave a comment