BANJARBARU – Para wakil rakyat meninjau instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) Q Mall Banjarbaru, Rabu (9/5) lalu.
Di mana, aroma tak sedap IPAL tersebut dikeluhkan warga sekitar.
“Oleh masyarakat, masalah bau dari IPAL masih jadi persoalan. Artinya bau tak sedap itu masih cukup menyengat dirasakan. Terutama pada jam-jam malam,” ucap Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru, Emi Lasari.
Terlebih saat hujan turun, menurut warga, aromanya semakin menyengat.
Maka dari itu, Emi meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil sampel air limbah untuk diperiksa.
“Setelah hasilnya keluar (sampel), baru kita bicara lagi,” ujar Emi.
Sementara, manajemen Q Mall diberi tenggat waktu memperbaiki pengelolaan limbah.
Bulan Juni 2023, maksimal sudah selesai dibenahi.
Selain itu, Emi juga bilang, dalam waktu dekat pihaknya bakal memeriksa kesesuaian dokumen Amdal yang dimiliki Q Mall dengan hasil sidak kali ini.
Di sisi lain, General Manager (GM) Q Mall Banjarbaru, Andi Indrawangsa mengaku pengelolaan limbah di bagian IPAL 1 saat ini belum maksimal.
Hal ini dikarenakan penanganan bakteri limbah masih 30 persen.
Oleh karena itu, menurut dia, dibutuhkan waktu yang tak sebentar hingga penanganan limbah bisa 100 persen.
“Untuk bagian IPAL 2, sudah bagus dan layak buat dibuang ke sungai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andi berjanji, dalam dua pekan pihaknya akan menangani bakteri limbah di IPAL 1 dan 2.
“Dalam dua minggu, penanganan bakteri limbah di IPAL 1 dan 2 bisa ditangani di angka 60 hingga 70 persen,” janjinya. (zy)

Leave a comment