BANJARMASIN – Perjuangan mempertahankan posisi KMP Tampomas II di perairan Masalembo, berakhir memilukan.
Peristiwa itu tercatat pada Selasa siang, 27 Januari 1981, sekitar pukul 12.45 WIB.
Pada bagian belakang kapal produksi 1956 itu, tiba-tiba terjadi ledakan besar di tengah upaya penyelamatan penumpang KMP Tampomas II.
Akibatnya, posisi KMP Tampomas II miring sekitar 45 derajat.
Saking dahsyatnya ledakan, sampai-sampai membuat posisi kapal di permukaan laut tak stabil.
KMP Tampomas II dengan Kapten Abdul Rivai pun harus direlakan dan tenggelam ke dasar laut, setelah beberapa saat kemudian.
Beruntung, bagian belakang KMP Tampomas II yang tenggelam terlebih dahulu membuat sebagian penumpang selamat, setelah menerjunkan diri ke laut.
Peristiwa tenggelamnya KMP Tampomas II sangat memilukan. Terlebih masih banyak penumpang yang belum berhasil dievakuasi.
Termasuk nakhoda KMP Tampomas II Kapten Abdul Rivai yang tetap setia menjalankan tugas hingga titik terakhir.
Kondisi terakhir KMP Tampomas II sendiri tergambar dalam buku Neraka di Laut Jawa, Tampomas II (1981).
Kekhawatiran pusaran air yang bakal menghisap benda-benda di sekitar KMP Tampomas II, beruntung tidak terjadi.
Kepulan asap tebal mengiringi tenggelamnya KMP Tampomas II ke dasar laut.
Terpantau, bagian haluan KMP Tampomas II lah terakhir yang terpantau kapal-kapal penyelamat.
Bantuan yang terus berdatangan tidak bisa berbuat banyak, usai KMP Tampomas II benar-benar tenggelam.
Armada yang berdatangan terus dikerahkan menyisir para penumpang KMP Tampomas II yang membutuhkan pertolongan.
Diketahui, Tragedi Tampomas II terjadi pada 42 tahun silam.
KMP Tampomas II baru memulai pelayaran pada Sabtu, 24 Januari 1981, pada pukul 19.00 WIB.
Kala itu, KMP Tampomas II memulai pelayaran dari Jakarta menuju Ujung Pandang (Makassar).
Sebuah awal perjalanan Tragedi Tampomas II yang terjadi di Perairan Masalembo, bagian utara Laut Jawa.
Perjalanan lintas pulau KMP Tampomas II dijadwalkan memakan waktu dua hari dua malam.
KMP Tampomas II dijadwalkan tiba di Ujung Pandang pada pukul 10.00 WIB atau pukul 11.00 WITA, hari Senin 26 Januari 1981.



Leave a comment