AMUNTAI – Upaya kesiapsiagaan hadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hulu Sungai Utara (HSU), membentuk desa tangguh bencana di Desa Kuangan, Kecamatan Amuntai Utara, Kamis (28/7).
Kepala Pelaksana BPBD HSU, Sugeng Riyadi, 9mengatakan, pembentukan desa tangguh bencana bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat desa dalam meminimalisir risiko bencana.
“Bencana alam tidak bisa kita hindari, tapi bisa berupaya menekan risiko, agar tidak berpengaruh kepada kehidupan warga,” kata Sugeng.
Saat ini BPBD HSU terus membentuk desa tangguh bencana di seluruh desa. Sebab, hampir setiap tahun terjadi bencana banjir.
“Kerena keterbatasan anggaran kami akan terus menyisir setiap desa. Mudah-mudahan satu tahun bisa sampai 10 desa tangguh bencana dibentuk,” katanya.
Pembentukan desa tangguh bencana, yaitu membentuk kelompok-kelompok relawan, serta pemberian materi tentang pengkajian cepat dan tepat menangani bencana kebakaran, proses evakuasi, hingga perlindungan kelompok rentan.
Kegiatan ini dilengkapi dengan simulasi dasar penggunaan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) kepada para relawan.
“Pelatihan menggunakan APAR ini paling dasar. Karena sekarang saat ini belum membudaya,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kuangan, Zainal Hakim, mengatakan, desa tangguh bencana diharapkan menjadi barisan terdepan apabila di wilayahnya terjadi bencana. (mid)



Leave a comment