BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin menghadiri sekaligus menutup Pagelaran Seni Budaya Dayak Borneo “BORNEO IN HARMONY” 3 di Atrium Q Mall Banjarbaru, Minggu (15/5).
Tampak Ketua DPRD Kota Banjarbaru, perwakilan Forkopimda, Kepala Disporabudpar, Kaban Kesbangpol, pimpinan Bank Kalsel Syariah, pimpinan Q Mall Banjarbaru, serta undangan lainnya.
Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, kegiatan atau event bertajuk seni dan budaya daerah ini sanga baik untuk ditunjukkan kepada khalayak umum. Untuk mengingatkan ada beragam adat budaya etnis agama dan suku di sekitar kita.
“Apalagi Banjarbaru adalah kota multi etnis heterogen. Ada yang dari suku Sunda, Jawa, Madura, Batak, Bugis, Ambon, Papua, dan lainnya. Ada pula Dayak yang punya adat istiadat dan agama yang khas,” ucapnya.
Tentunya, tambah dia, beragam perbedaan ini harus dan disikapi dengan rasional, penuh tenggang rasa, tepo selero, dan saling memahami perbedaan masing-masin.
“Perbedaan adalah kekayaan kita semua, artinya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, terutama dalam bersosialisasi atau bermasyarakat harus memperhatikan orang-orang di sekitar kita. Sikap saling menghormati sangatlah penting dalam bermasyarakat,” katanya.
Aditya mengajak semua untuk terbiasa bersama dalam perbedaan. “Mari kita jaga dan pelihara kerukunan dan keharmonisan yang sudah terjalin erat di Kota Banjarbaru. Ini karena jalannya pembangunan sangat berpengaruh kepada persatuan masyarakat,” ucapnya.
Benyamin Uhil, Ketua Komdatus Kalsel, menyampaika, acara yang dilaksanakan selama 4 hari ini berjalan dengan lancar dan sukses. Antusias pengunjung sangat antusias. (tf)

Leave a comment