Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, mengapresiasi langkah Kepolisian Daerah Kalsel melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) dalam menggagalkan peredaran narkoba di Banua.
“Narkoba musuh yang nyata bagi masyarakat Banua dan seluruh dunia. Karena ini sangat besar dampaknya bagi masyarakat apabila sampai tersebar,” ujar Sahbirin Noor saat konferensi pers pengungkapan dan pemusnahan tindak pidana narkotika 35 Kg sabu jaringan Internasional di Markas Polda Kalsel, Rabu (14/6).
Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin mengimbau kepada seluruh pihak agar bisa bekerja sama dalam memberantas peredaran narkoba.
“Bayangkan, sekitar 30 ribu jiwa bisa terselamatkan dari pengungkapan ini. Apabila kita tidak bekerja sama, bahu-membahu, dalam menyelesaikan permasalahan ini, maka narkoba di Banua tidak akan pernah habis. Sehingga diperlukan sinergitas yang baik antar semua pihak,” jelasnya.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, mengungkapkan barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus jaringan lintas internasional dari hasil penyelidikan selama tiga bulan.
“Ada sebanyak 74 paket sabu dengan berat 35,18 kg, yang dimusnahkan dan berhasil menyelamatkan sebanyak 350 ribu jiwa dari bahaya narkoba,” ucapnya.
Dijelaskan Andi, untuk modus yang digunakan dalam peredaran hampir sama dengan yang sebelumnya, hanya saja dengan rute yang baru.
“Sebelumnya itu masuk dari perbatasan Malaysia, namun kali ini pelaku menggunakan jalur dari Sumatera, kemudian masuk ke Jawa dan ke Kalsel,” imbuhnya.
Lebih jauh Irjen Pol Andi mengutarakan, dalam pengungkapan narkoba kali ini petugas mengamankan dua orang. Yaitu M Risky Saputra, warga Jalan Kelayan Dalam Gang Setia Budi, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dan Moh Zainuri, warga Bojonegoro, Jawa Timur yang berdomisili di Jalan Melati Indah Simpang Limau Jalur II, Kelurahan Sei Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur.
“keduanya telah diamankan di Kota Banjarmasin dan saat ini tim masih berusaha melakukan pengungkapan yang di Jawa Timur. Mudah-mudahan secepatnya bisa terungkap lagi,” tuturnya. (mckalsel/zy)

Leave a comment