RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Sebanyak 14 santri dan santriwati asal Kota Banjarmasin secara resmi diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (8/9).
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, secara simbolis melepas para peserta yang akan menempuh studi di Yaman dan Mesir. Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Banjarmasin dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin.
Dari 14 peserta, 10 santri akan melanjutkan pendidikan ke Kota Tarim, Hadramaut, Yaman, melalui program beasiswa penuh. Sementara itu, 4 santri lainnya akan menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, melalui bantuan pendidikan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi para santri yang telah melalui proses seleksi ketat di pondok pesantren masing-masing.
“Semoga beasiswa ini membawa manfaat besar, dan setelah lulus nanti, kalian bisa kembali untuk berkontribusi dalam pengembangan dakwah dan pendidikan agama di kota kita,” ucapnya.
Ia juga memberikan semangat kepada para santri yang akan belajar selama empat tahun penuh tanpa bisa pulang ke tanah air selama masa studi.
“Saya yakin kalian semua kuat dan tangguh. Meskipun jauh dari kampung halaman, tetap jaga akhlak, semangat belajar, dan niat yang tulus karena kalian membawa nama baik Banjarmasin,” lanjutnya.
Tak lupa, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada MUI Banjarmasin atas peran aktifnya dalam menyukseskan program ini.
“Terima kasih kepada MUI yang telah menjadi jembatan bagi anak-anak kita untuk menuntut ilmu ke negeri para ulama. Mari kita doakan bersama agar mereka diberikan kemudahan dan keberkahan selama belajar di sana,” pungkasnya.
Program beasiswa pendidikan ke Timur Tengah ini telah berjalan sejak tahun 2021. Hingga 2024, tercatat 45 santri telah diberangkatkan ke Hadramaut dan Kairo. Dengan tambahan 14 peserta pada tahun 2025, total santri asal Banjarmasin yang menempuh pendidikan ke Timur Tengah kini mencapai 59 orang.
Langkah ini dinilai sebagai salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mendukung pengembangan dakwah, peningkatan kualitas SDM agama, sekaligus menjaga marwah Banjarmasin sebagai pusat pendidikan Islam di Kalimantan Selatan. (ms)

Leave a comment