BANJARBARUKALSEL

Suarakan Pentingnya Penurunan Stunting di Banjarbaru

421

Banjarbaru – Forum Gabungan Perangkat Daerah Kota Banjarbaru kembali digelar dalam rangka rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Banjarbaru untuk Tahun 2024 di BAPPEDA Kota Banjarbaru, Senin (13/3).

Forum SKPD ini merupakan agenda ke-3 setelah Forum Konsultasi Publik dalam tahapan penyusunan RKPD 2024 yang telah disusun oleh Pemko Banjarbaru.

Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin SH MH menekankan, perencanaan ini untuk menyambut isu strategis yang saat ini menjadi perhatian bersama, yaitu Kota Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Kalsel yang tentunya menjadi sebuah potensi dan tantangan ke depan.

“Potensi yang akan terjadi adalah peningkatan jumlah penduduk yang disebabkan oleh perpindahan secara masif ke Kota Banjarbaru. Ini memungkinkan terjadinya peningkatan kemiskinan dan pengangguran. Perpindahan juga memungkinkan terciptanya kawasan kumuh baru serta kemacetan,” ucapnya.

Berdasarkan isu – isu tersebut, maka fokus Kota Banjarbaru pada tahun 2024 yang ditetapkan oleh Forum SKPD adalah “Pemantapan Infrastruktur dan Sosial Daerah Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan Dalam Kerangka Ibu Kota Provinsi”

Aditya mengatakan, dengan keterbatasan anggaran Kota Banjarbaru dia berharap kepada SKPD harus aktif dalam mencari peluang dan potensi sumber pendanaan di luar APBD, serta terus menciptakan inovasi – inovasi.

Adapun perencanaan yang ditekankan Kepala BAPPEDA Kota Banjarbaru Kanafi, S IP, MM, diantaranya tentang menghindari atau mengatasi inflasi di Kota Banjarbaru.

“Masyarakat bisa ambil bagian dalam mengatasi inflasi. Contohnya jangan membeli barang keperluan pokok yang terlalu berlebihan,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah SH, MH juga turut menyuarakan pendapat. Menurutnya, permasalahan di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat akan ditingkatkan lagi.

“Masih tingginya angka stunting di Kota Banjarbaru dan masih kurangnya fasilitasi posyandu di desa dan kelurahan sebagai salah satu strategi penurunan stunting. Kita harus menanggulangi isu tersebut dengan menaikkan fasilitas di kesehatan,” ujarnya.

Agenda tahapan penyusunan RKPD tahun 2024 ini akan dilanjutkan dengan tahapan lain yang berujung pada penetapan RKPD yang diagendakan pada pertengahan tahun 2023 ini. (mcbjb/zy)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Ribuan Jamaah Padati Tabligh Akbar HUT ke-27 Banjarbaru

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana religius dan khusyuk menyelimuti Masjid Agung Al Munnawarah...

Gubernur Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi dalam Ramah Tamah di Palangkaraya

RETORIKABANUA.ID, Palangkaraya — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama istri sekaligus Ketua...

Ketua DPRD Kalsel Ikuti Retret Nasional di Magelang

RETORIKABANUA.ID, Magelang — Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, menghadiri kegiatan...

Kasus Meratus dan Pulau Panci Dibawa ke DPR RI

RETORIKABANUA.ID, Jakarta — DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan membawa persoalan konflik...