TAPIN – Menyusul peristiwa tongkang batubara yang menabrak rumah warga di Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Tapin, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel Wahyudi Rahman menyebut tata kelola, fasilitas dan pengawasan lalulintas air di Banua ini buruk.
Sedikitnya 35 rumah hancur akibat peristiwa yang terjadi Sabtu (22/4) tersebut, bersamaan dengan perayaaan Hari Raya Idul Fitri 2023.
“Ini kejadian berulang. Masyarakat dirugikan. Menjadi korban investasi. Syukurnya tidak ada korban jiwa. Akibat kelalaian dan kurangnya pengawasan menjadi penyebab,” katanya.
Wahyudi Rahman mengingatkan agar Dishub Kalsel, KSOP Banjarmasin, BPTD XV Kalsel, dan perusahaan pemilik tongkang bertanggung jawab atas masalah ini.
“Jangan nanti saling lempar tangung jawab dan saling menyalahkan. Buruknya tata kelola, fasilitas dan pengawasan lalulintas air jadi catatan merah,” katanya. (*)


Leave a comment