BANJARMASIN – Video keributan antara staf Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin dengan sejumlah pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjarmasin, sekejap tersebar di media sosial dan grub pesan singkat aplikasi WhatsApp, Kamis (8/7) siang.
Dalam video berdurasi 01.30 menit itu, terlihat mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kepemudaan ini diusir dari kantor DPRD Kota Banjarmasin oleh beberapa orang security.
Sebelumnya, video tersebut sempat memperlihatkan adu mulut antara pihak HMI dengan salah seorang staf kesekretariatan.
Terdengar, lelaki yang duduk di kursi dengan nada keras mengatakan jika surat audiensi yang disampaikan pihak HMI sudah diteruskan ke pimpinan.
“Saya tidak menerima suratnya. Surat yang kalian sampaikan melalui WA sudah saya teruskan ke atas. Kenapa kalian kada tahu dibasa (sopan santun) ini kantor saya,” ucap lelaki tersebut.
Hal ini sontak langsung mendapat tanggapan dari pihak HMI melalui ketua umumnya, Nurdin. Mereka menjelaskan soal kronologis kejadian tersebut.
“Kita datang untuk mempertanyakan surat audiensi kita yang kelima. Surat itu diantar dua bulan lalu. Isinya mempertanyakan aksi demontrasi pada 13 April 2022. Kami tanyakan baik-baik. Kata Kabag Tata Usahanya menyebut sudah diagendakan. Faktanya kami tidak pernah dikabari, lalu dipanggilah satpam. Ketika satpam ada kami didorong keluar, teman kami satu ditahan, di parkir kami ajak untuk duel,” ucap Nurdin.
Nurdin dan rekan-rekan sangat menyayangkan tindakan refresif pihak keamanan DPRD Kota Banjarmasin tersebut.
Rencananya mereka akan membahas kejadian ini lebih lanjut dan akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum.
“Kami akan rapat dan laporkan ke Komnas HAM, Ombudsman, dan kepolisian,” imbuh Nurdin.
Sementara itu, kejadian ini mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Afrizal.
Ia yang saat itu di Kabag TU mengatakan, mereka memang tak mengagendakan audiensi dengan pihak HMI, lantaran sudah menjadwalkan pertemuan pada 23 Juni lalu.
“Mereka (HMI) menjadwalkan sendiri 23 Juni lalu, tetapi mereka tidak hadir dan tidak memberikan konfirmasi. Dihubungi tidak bisa. Padahal, kami sudah menyiapkan semuanya,” ucap Afrizal.
Sementara itu, terkait tindakan petugas keamanan yang dianggap refresif, Afrizal pun menyebut hal itu sudah sesuai prosedur.
“Tugas mereka mengamankan tempat bekerja agar tidak terjadi insiden” imbuh politisi PAN tersebut. (nn)

Leave a comment