BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin kembali menertibkan bangunan kumuh di kolong Jembatan Antasari, Senin (14/3) siang.
Puluhan personel yang diturunkan langsung menutup kawasan tersebut dengan memasang pagar teralis yang dilas jadi satu. Pasalnya, sebelumnya penertiban juga sudah pernah dilakukan, namun para penghuni kembali mendiami kawasan itu.
“Dulu pernah kita tertibkan, tetapi mereka tinggali lagi. Kami dapat laporan, lakukan pendekatan secara persuasif, hari ini langsung kami bongkar,” ucap Kasatpol PP Banjarmasin Achmad Muzaiyin.
Selain memagar kawasan bawah jembatan, Pol PP juga menertibkan sisa kayu bekas bangunan. Sedangkan barang-barang milik penghuni langsung diangkut menggunakan transportasi roda tiga untuk meninggalkan kawasan itu.
Camat Banjarmasin Tengah Diyannor yang turun meninjau penutupan kawasan ini berharap adanya kesediaan dari pemerintah untuk menutup secara permanen. “Maunya ditembok saja bawah jembatan itu, biar mereka tidak balik lagi ke sini,” tuturnya.
Salah satu penghuni, Siti Julaiha, saat ditanya awak media mengaku hanya hidup sebatang kara. Warga Kapuas, Kalimantan Tengah itu, bertandang ke Banjarmasin untuk bekerja serabutan.
“Sehari-harinya bekerja cari barang bekas. Sudah terkumpul, ya dijual, dapat saja sehari Rp 25 ribu untuk hidup,” ucapnya.
Julaiha mengatakan, tak ada pilihan hidup bagi dirinya, sehingga harus tinggal di kolong jembatan. “Kalau disuruh ke rumah susun harus bayar lagi, cari uangnya ke mana,” cetusnya. (nn)



Leave a comment