BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melaksanakan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMPN 6 Banjarmasin, Rabu (3/5) kemarin.
Turut hadir Direktur Kerja Sama Pendidikan Kependudukan BKKBN RI Edi Setiawan, Kepala BKKBN Kalsel Ramlan dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin Helfiannor.
Ibnu Sina mengatakan Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program rintisan sejak beberapa tahun lalu.
“Tahun lalu setidaknya ada 5 sekolah, tahun ini tambah 2 lagi. Ini penting memberikan sosialisasi kepada anak didik kita sejak dini, terkait pencegahan pernikahan dini,” kata Ibnu.
Lanjut, ia menyampaikan kesiapsiagaan bagi anak-anak didik dalam integrasi pembelajaran tentang tema yang di luar pembelajaran seperti tema kependudukan.
“Saya kira itu jadi pemahaman baru bagi anak-anak. Kami harap bukan hanya 7 SMP ini saja, tapi bisa dilaksanakan di 35 SMP di Banjarmasin merintis penerapan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK),” ucapnya.
Diketahui, SMPN 6 Banjarmasin sendiri merupakan satu dari 7 SSK di Banjarmasin yang terus mendapat stimulus terkait pendidikan kependudukan seperti pencegahan stunting.
Melalui SSK, Ibnu mengharapkan kepedulian tentang isu-isu kependudukan antara lain stunting, narkoba, kenakalan remaja dan kesenjangan sosial serta masalah terkait dengan kehidupan di Banjarmasin lainnya.
“Semoga dengan adanya SSK menyadarkan bahwa masalah kependudukan ini penting sekali bagi anak-anak dan kehidupan mereka setelah dewasa,” harapnya.
Kemudian, dari 7 sekolah yang sudah berpredikat SSK, pihaknya yakin sejauh ini mereka sudah saling berlomba untuk memajukan dan meningkatkan kesadaran terhadap masalah kependudukan yang ada di sekitarnya.
Sementara itu, Edi Setiawan mengapresiasi kehadiran Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Ini merupakan apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap sekolah yang menerapkan SSK. Karena SSK ini tidak hanya sekolah seperti pada umumnya, tetapi bagaimana permasalahan kependudukan diintegrasikan pada pendidikan,” tandasnya.
SSK ujarnya sangat dibutuhkan untuk bisa mengawal generasi sekarang agar sadar mengatasi masalah kependudukan seperti masalah stunting, pernikahan dini dan lainnya.

Leave a comment