RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Dalam rangkaian Festival Literasi ke-5, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan menggelar Lokakarya Menulis Biografi dengan tema “Jejak Tokoh, Jejak Literasi: Membangun Banjarbaru melalui Kata dan Karya”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gawi Sabarataan pada Kamis (20/2).
Kegiatan lokakarya ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah berperan dalam pembangunan Kota Banjarbaru dari masa lalu hingga sekarang. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mendorong generasi muda dalam menciptakan karya-karya baru yang berkualitas dan menginspirasi.
Festival Literasi ke-5 ini akan berlangsung selama dua bulan, dan hasil karya dari para peserta penulisan biografi ini akan dirilis dalam format digital dan dicetak sebagai hadiah untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Banjarbaru yang ke-26.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru, Slamet Riyadi, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempertajam kemampuan menulis bagi rekan-rekan penulis maupun calon penulis. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan tokoh-tokoh berpengaruh di Kota Banjarbaru kepada generasi mendatang, sehingga dapat menjadi sumber inspirasi dalam berbagai bidang dan perjuangan mereka.
Slamet berharap, melalui lokakarya ini, generasi muda dapat terus termotivasi dan terinspirasi oleh karya-karya tokoh yang telah memberi kontribusi besar bagi Banjarbaru.
Lokakarya ini menghadirkan tiga narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya:
Albherteine Endah, penulis biografi nasional, yang turut hadir secara daring melalui Zoom.
Aliansyah Jumbawuya, seorang penulis biografi.
Nurul Asmayani, seorang pegiat literasi aktif di Kota Banjarbaru.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, sekolah, komunitas, masyarakat, dan pegiat literasi. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan kegiatan ini dapat terus menggugah semangat literasi di Kota Banjarbaru. (ms)

Leave a comment